Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Sebanyak 33 siswa terbaik hasil Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kabupaten Lombok Barat memastikan diri melaju ke tingkat provinsi. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Barat.
Apresiasi diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap para siswa yang telah mengharumkan nama madrasah sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya generasi muda berprestasi di Lombok Barat.
Ketua BAZNAS Lombok Barat, TGH. Taisir Al-Azhar, mengatakan dukungan BAZNAS terhadap kegiatan Kemenag merupakan bagian dari komitmen membangun sinergi dalam pengembangan pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Kemenag adalah pembina kami. Kehadiran kami di sini bukan semata-mata penyerahan dukungan BAZNAS, tetapi juga dalam rangka menghadiri Apel Hari Kesaktian Pancasila untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi,” ujar TGH. Taisir.
Ia berpesan kepada para juara agar tidak cepat puas dengan capaian di tingkat kabupaten. Sebab, persaingan pada tingkat provinsi dipastikan semakin ketat karena harus berhadapan dengan siswa-siswa terbaik dari seluruh kabupaten/kota di NTB.
“Tingkat provinsi tentu persaingannya jauh lebih ketat. Tetap semangat dan fokus agar bisa meraih juara hingga melaju ke tingkat nasional,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lombok Barat, H. Muliadi, M.Pd.I., menjelaskan OMI tingkat Kabupaten Lombok Barat diikuti sebanyak 755 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 siswa berhasil meraih juara 1, 2, dan 3 pada berbagai cabang yang diperlombakan.
Para peraih juara tersebut selanjutnya menjadi wakil Lombok Barat pada OMI tingkat Provinsi NTB.
“Para peraih juara 1, 2, dan 3 inilah yang menjadi wakil Lombok Barat untuk bertanding di tingkat provinsi. Namun, untuk tingkat provinsi nanti hanya peraih Juara 1 yang berhak mendapatkan tiket mewakili NTB ke tingkat nasional,” jelas Muliadi.
Kemenag Lombok Barat pun tidak ingin para siswa berjalan sendiri menghadapi kompetisi berikutnya. Masa jeda menuju tingkat provinsi dimanfaatkan untuk memperkuat persiapan melalui bimbingan intensif yang melibatkan guru pembimbing dan pengawas madrasah.
Muliadi juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang terus memberikan dukungan moral sehingga para siswa dapat menjalani proses persiapan dengan lebih tenang dan percaya diri.
Pembinaan Sejak Kelas 7
Prestasi OMI tersebut juga menjadi bukti bahwa pembinaan berkelanjutan di madrasah mampu melahirkan siswa berprestasi.
Hal itu salah satunya ditunjukkan MTsN 1 Lombok Barat. Kepala MTsN 1 Lobar, Khairil Anwar, melalui Koordinator Olimpiade MTsN 1 Lobar, Izraq, mengatakan para siswa yang berhasil meraih prestasi telah mendapatkan pembinaan sejak awal masuk madrasah.
“Anak-anak ini luar biasa, disiplin latihan setiap hari, serta memiliki rasa hormat yang tinggi kepada orang tua dan guru. Pembinaan sudah dimulai sejak awal mereka masuk kelas 7 hingga kini kelas 9,” ungkap Izraq.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hasil yang diperoleh secara instan. Konsistensi latihan, kedisiplinan, dukungan guru dan orang tua menjadi bagian penting dalam perjalanan para siswa hingga mampu bersaing di ajang OMI.
“Kami berharap mereka bisa terus melaju hingga tingkat nasional dan membanggakan sekolah serta daerah,” harapnya.
Salah satu siswa MTsN 1 Lombok Barat yang berhasil meraih prestasi, Zafira Azahra Al-Serjani, siswi kelas 9A, juga mengaku siap menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
Zafira yang berlaga pada cabang Olimpiade Matematika akan kembali mempersiapkan diri bersama rekannya, Wahaulakarima.
“Persiapan terus kami tingkatkan karena persaingan di tingkat provinsi tentu lebih berat melawan perwakilan dari kabupaten/kota lain. Namun kami tetap optimis dan siap memberikan yang terbaik,” kata Zafira.
Kini, 33 siswa tersebut membawa harapan Lombok Barat ke panggung OMI tingkat Provinsi NTB. Dengan dukungan Kemenag, BAZNAS, madrasah, guru pembimbing dan orang tua, mereka diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuka peluang untuk melangkah hingga tingkat nasional. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan