LOMBOK BARAT, Mediajurnalindonesia.id– Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disuarakan melalui pemberitaan. Pesan itu dibuktikan Serikat Media Lombok Barat (SIMBAR) dengan turun langsung membersihkan kawasan pesisir Sunset Point Pantai Cemare, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Minggu (30/8/2026).
Sejak pukul 08.30 WITA, anggota SIMBAR bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Eco Wisata Lembar Selatan dan Pemerintah Desa Lembar Selatan bergotong royong membersihkan kawasan pantai dari berbagai sampah yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung dan kelestarian lingkungan.
Aksi tersebut bukan sekadar kegiatan bersih-bersih. Bagi SIMBAR, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian insan media terhadap persoalan lingkungan sekaligus upaya mengajak masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya bersama.
Ketua SIMBAR, Fitriah, mengatakan pantai merupakan aset bersama yang memiliki nilai sosial, ekonomi dan pariwisata. Karena itu, menjaga kebersihan pesisir tidak boleh hanya dibebankan kepada pemerintah maupun pengelola wisata.
“Ini merupakan bentuk kepedulian kami dari SIMBAR terhadap lingkungan. Pantai adalah aset bersama yang harus kita jaga kebersihan dan kelestariannya,” ujar Fitri.
Menurutnya, aksi tersebut diharapkan menjadi pemantik agar semakin banyak pihak ikut mengambil peran, mulai dari masyarakat, pelaku usaha wisata, komunitas, pemerintah hingga insan media.
Fitri menegaskan, persoalan sampah di kawasan wisata tidak akan selesai hanya dengan kegiatan bersih pantai yang dilakukan sesekali. Yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada aksi bersih pantai saja. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga lingkungan pesisir,” katanya.
Di tengah aktivitas jurnalistik yang selama ini identik dengan mencari, mengolah dan menyampaikan informasi, SIMBAR ingin menunjukkan bahwa insan media juga memiliki ruang untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Fitri menyebut media mempunyai posisi strategis dalam membangun kesadaran publik. Edukasi lingkungan tidak hanya dapat dilakukan melalui tulisan dan pemberitaan, tetapi juga melalui aksi nyata.
“Media bukan hanya memberitakan apa yang terjadi. Kami juga ingin menunjukkan bahwa insan media bisa hadir dan bergerak bersama masyarakat untuk memberikan manfaat,” ujarnya.
Kegiatan di Pantai Cemare sekaligus menjadi momentum mempererat kebersamaan antaranggota SIMBAR serta membangun kolaborasi dengan kelompok masyarakat dan pemerintah desa.
SIMBAR juga mengajak para pengunjung Pantai Cemare untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut dengan tidak meninggalkan sampah setelah beraktivitas di kawasan wisata.
Ketua Pokdarwis Lembar Selatan, Musab, menyambut positif keterlibatan SIMBAR dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Pantai Cemare.
Menurutnya, kebersihan pantai selama ini menjadi perhatian Pokdarwis bersama masyarakat. Kegiatan bersih pantai juga dilakukan secara rutin untuk menjaga kawasan tetap nyaman dan menarik bagi wisatawan.
“Kita rutin melakukan bersih pantai, sehingga Pantai Cemare bersih,” kata Musab.
Upaya tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan TPS Eco Green Cemare yang menjadi bagian dari pengelolaan lingkungan sekaligus mendukung konsep wisata berbasis masyarakat.
Cemare Eco Green memiliki sejumlah potensi ekowisata, mulai dari wisata mangrove melalui aktivitas tracking atau susur hutan bakau, konservasi penyu hingga paket wisata berbasis masyarakat yang memperkenalkan kehidupan masyarakat pesisir dan budaya lokal.
Dengan potensi tersebut, kebersihan menjadi salah satu modal utama untuk memastikan kawasan wisata Cemare dapat berkembang secara berkelanjutan.
Perwakilan Pemerintah Desa Lembar Selatan, Faozan, mengapresiasi aksi yang dilakukan SIMBAR bersama Pokdarwis dan masyarakat.
Ia berharap kondisi Pantai Cemare yang sudah bersih dapat dipertahankan secara konsisten, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati kawasan tersebut dengan nyaman.
“Jaga terus kondisi pantai yang saat ini bersih. Jangan sampai kotor lagi, agar pengunjung merasa nyaman,” ujar Faozan.
Menurutnya, menjaga kebersihan kawasan wisata merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah desa dan pengelola tidak akan mampu menjaga kawasan secara maksimal tanpa dukungan masyarakat dan pengunjung.
Bagi SIMBAR, aksi di Pantai Cemare menjadi bagian dari semangat organisasi untuk tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
SIMBAR membawa semangat persatuan, kebersamaan, integritas dan independensi insan media. Semangat itu tercermin dalam identitas organisasi melalui simbol lingkaran sebagai lambang persatuan, pena bulu sebagai representasi jurnalisme dan kebebasan pers, serta gunung dan gelombang laut yang menggambarkan karakter geografis Lombok Barat.
Matahari terbit menjadi simbol keterbukaan informasi, pencerahan dan harapan baru. Sementara motto “Gumi Tripat” menjadi bagian dari identitas yang merefleksikan semangat daerah Lombok Barat.
Semangat tersebut kini diterjemahkan dalam aksi sederhana namun bermakna: turun ke pantai, memungut sampah dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan.
Karena bagi SIMBAR, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya ditulis. Ia harus diwujudkan melalui tindakan.
“Bersih pantainya, lestari lingkungannya.”

Tinggalkan Balasan