Lombok Timur, Mediajurnalindonesia.id | Semangat pantang menyerah dan keberanian memulai dari keterbatasan menjadi kunci perjalanan usaha yang dijalani Sri Azizah, pelaku usaha wisata lokal di kawasan Sembalun, Lombok Timur. Berawal dari penginapan sederhana, kini ia berhasil mengembangkan Homestay Tapak Rinjani menjadi bagian penting dari ekosistem pariwisata yang terus berkembang di kaki Gunung Rinjani, Sabtu (13/6/2026).
Perjalanan Sri Azizah dalam membangun usaha tidaklah mudah. Di awal merintis, ia harus meminjam uang sebesar Rp25 juta untuk menyewa sebidang lahan yang kemudian dijadikan lokasi pembangunan homestay sederhana bagi wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan wisata Sembalun.
Dengan tekad kuat serta keyakinan untuk terus berkembang, usaha yang ia bangun perlahan mulai menunjukkan hasil. Seiring berjalannya waktu, Sri Azizah berhasil meningkatkan kapasitas usahanya hingga mampu memiliki lahan dan homestay milik sendiri, sebuah capaian yang menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan konsisten dapat tumbuh menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan.
Tidak berhenti pada usaha penginapan, Sri Azizah juga mulai melakukan inovasi dengan merambah usaha produksi jajanan kering yang dipasarkan sebagai oleh-oleh khas bagi wisatawan.
Langkah ini dilakukan untuk memperluas manfaat ekonomi dari sektor pariwisata, sekaligus memberikan pengalaman lebih lengkap bagi pengunjung yang datang menikmati keindahan alam Sembalun.
Menurut Sri Azizah, perkembangan usaha yang ia jalankan saat ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pendampingan yang diberikan oleh PT AMMAN melalui program pemberdayaan dan promosi yang membantu mengenalkan usahanya kepada wisatawan.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dan support dari PT AMMAN melalui marketingnya, tempat kami selalu ada pengunjung yang datang. Ini sangat membantu perkembangan usaha kami dari waktu ke waktu,” ungkap Sri Azizah.
Kisah Sri Azizah menjadi gambaran nyata bagaimana sektor pariwisata mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Dari sebuah usaha kecil yang dibangun dengan modal pinjaman, kini Homestay Tapak Rinjani tidak hanya menjadi tempat singgah wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di kawasan wisata Sembalun.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat lokal dan dukungan sektor industri melalui program pemberdayaan dapat menjadi motor penggerak tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis pariwisata yang berkelanjutan.
“Jadi selain kami usaha homestay ada pula usaha SPA dan jualan jajanan untuk lebaran dan oleh-oleh,ketika saat musim hujan wisatawan atau pengunjung di sembalun berkurang maka kami usaha lainnya ” jelasnya (zak)

Tinggalkan Balasan