Lombok Timur, Mediajurnalindonesia.id |Di tengah bentangan alam hijau kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur, semangat pemberdayaan usaha lokal terus tumbuh melalui tangan kreatif para pelaku UMKM. Salah satunya ditunjukkan oleh Desi Wida Hadiana, pelaku usaha kopi lokal yang sukses menghadirkan konsep pengembangan kopi berbasis inovasi, edukasi, dan keberlanjutan.
Tak sekadar menyajikan kopi khas Sembalun di kedainya, Desi terus melakukan terobosan dengan mengembangkan berbagai produk turunan dari limbah kopi yang memiliki nilai tambah ekonomi. Langkah ini menjadi bentuk nyata komitmennya dalam membangun industri kopi lokal yang ramah lingkungan sekaligus berdaya saing.
Selain menjalankan usaha penjualan kopi, Desi juga mengelola kebun kopi seluas 12 are dengan sekitar 500 pohon kopi produktif. Potensi tersebut kemudian dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi yang terbuka bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
“Kami mengajak pengunjung datang langsung ke kebun kopi untuk melihat prosesnya secara utuh, mulai dari cara memetik kopi, pengupasan, proses pengolahan, hingga pengemasan,” ujar Desi saat ditemui, Sabtu (13/6/2026).

Dalam paket wisata edukasi tersebut, pengunjung dikenakan biaya masuk berkisar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Selama berada di kebun, wisatawan juga disuguhkan pengalaman menikmati kopi khas Sembalun lengkap dengan hidangan tradisional berupa pisang rebus yang menambah kesan autentik suasana pedesaan.
Perjalanan usaha yang dirintis Desi juga mendapat dukungan pembinaan dari PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Melalui program pendampingan tersebut, produk kopi Sembalun yang diproduksi kini hadir dengan kemasan yang lebih menarik, higienis, dan memiliki daya jual yang semakin kompetitif di pasar.
“Setelah mendapatkan pembinaan dari PT AMMAN, kemasan kopi kami menjadi lebih menarik, lebih higienis, dan harga jual juga lebih terjangkau. Kami juga dibantu dalam strategi pemasaran, bahkan sampai membuka akses pasar ke Jakarta,” ungkapnya.
Kehadiran usaha yang dikembangkan Desi menjadi contoh bagaimana potensi pertanian lokal dapat diolah menjadi produk unggulan sekaligus dikolaborasikan dengan sektor pariwisata berbasis pengalaman. Model usaha seperti ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa, memperkuat identitas produk lokal, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi khas Sembalun di tingkat nasional hingga internasional.
Semangat inovasi yang ditunjukkan Desi Wida Hadiana membuktikan bahwa dari lereng pegunungan Sembalun, produk lokal mampu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang menjanjikan.(zak)

Tinggalkan Balasan