Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id| Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat menggelar kegiatan Touring Camp di kawasan wisata Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, pada 12–14 Juni 2026. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) dan PT Bank NTB Syariah sebagai sponsor utama.

Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus studi banding untuk mendalami konsep pariwisata kerakyatan (community-based tourism), yakni model pengembangan wisata yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan sektor pariwisata. Konsep ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan destinasi wisata di Kabupaten Sumbawa Barat.

Dalam kunjungan tersebut, PWI Sumbawa Barat menggandeng Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat serta melibatkan empat kepala desa dari Kecamatan Brang Ene. Keterlibatan pemerintah desa dinilai strategis mengingat Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tengah memfokuskan pengembangan sektor pariwisata di wilayah tersebut.

Sembalun dipilih sebagai lokasi studi karena dinilai berhasil menerapkan konsep pariwisata berbasis masyarakat. Kawasan yang berada di kaki Gunung Rinjani itu mampu mengintegrasikan potensi alam dengan pemberdayaan ekonomi warga setempat.

Di Sembalun, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pelengkap dalam aktivitas wisata, tetapi menjadi pengelola utama berbagai usaha pendukung pariwisata. Mulai dari agrowisata, homestay, jasa pemandu wisata, hingga penyewaan perlengkapan wisata, seluruhnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Model tersebut dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih merata karena manfaat ekonomi dari kunjungan wisatawan dapat dirasakan langsung oleh warga setempat.

Ketua PWI Sumbawa Barat, Khairil W. Zakariah, mengatakan bahwa esensi pariwisata kerakyatan adalah menjadikan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan potensi wisata di daerahnya sendiri.

“Konsep ini menekankan keberlanjutan, di mana kekayaan alam dan budaya lokal dimanfaatkan secara bijak sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata, merata, dan berjangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Khairil juga mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh PT AMMAN dan PT Bank NTB Syariah terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan PT AMMAN dan PT Bank NTB Syariah yang telah mempercayai dan mendukung kegiatan ini. Kami sengaja mengajak Disparpora dan para kepala desa dari Brang Ene agar memiliki pandangan dan visi yang sama dalam mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Brang Ene memiliki potensi alam dan budaya yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan,” katanya.

Menurutnya, melalui studi lapangan ini para kepala desa dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat Sembalun mengelola potensi desa secara mandiri, terorganisir, dan berbasis pada kekuatan masyarakat lokal.

Lebih lanjut, Khairil menegaskan bahwa insan pers memiliki tanggung jawab untuk turut mendorong pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif.

“Pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai jembatan yang mengedukasi masyarakat mengenai berbagai potensi dan peluang pembangunan, termasuk dalam sektor pariwisata,” ujarnya.

Hasil studi banding ini akan menjadi bahan tindak lanjut bagi PWI Sumbawa Barat bersama Disparpora, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong lahirnya desa-desa wisata yang mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui sinergi berbagai pihak, pengembangan pariwisata kerakyatan di Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi yang dihasilkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat desa.(*)