Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Setelah melalui proses pembangunan yang panjang dan penuh perjuangan, masyarakat Dusun Bakong Dasan, Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat akhirnya menggelar Tasyakuran atau Gawe Beleq Gubuk atas rampungnya pembangunan Masjid Bait At-Taubah, Senin (8/6/2026).
Perayaan syukur yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar tersebut berlangsung semarak dan penuh kekhidmatan. Kehadiran ribuan jamaah serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat menjadi bukti kebahagiaan warga atas berdirinya rumah ibadah yang dibangun melalui semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat setempat.
Acara tersebut dihadiri oleh Dr. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. (Tuan Guru Bajang/TGB), TGH, Ketua PW NWDI NTB Prof. Dr. Abdul Fatah, Sekretaris Jenderal PB NWDI Drs. H. Nasihun, para tuan guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Desa Lembar, serta unsur TNI dan Polri.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Bait At-Taubah, H. Jumain Azizi, S.H., M.H., mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan masjid yang telah menjadi harapan masyarakat selama bertahun-tahun.
“Masjid ini merupakan simbol persatuan dan kekompakan warga. Alhamdulillah, dengan semangat gotong royong, dukungan para dermawan, serta pengorbanan seluruh masyarakat, cita-cita memiliki masjid yang representatif akhirnya terwujud,” ujarnya.
Dalam laporan pertanggungjawaban panitia, disampaikan bahwa pembangunan masjid berlangsung sejak tahun 2018 hingga 2026. Seluruh pembiayaan pembangunan berasal dari kas yang telah tersedia sebelumnya, iuran masyarakat, bantuan para donatur, dan berbagai sumber dukungan lainnya yang dihimpun secara transparan dan bertanggung jawab.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, khususnya Kepala Dusun Bakong Dasan, Ismail, yang dinilai memiliki peran besar dalam menggerakkan partisipasi warga selama proses pembangunan berlangsung.
“Masjid ini bukan milik panitia ataupun pengurus, melainkan milik seluruh masyarakat Bakong Dasan. Karena itu, keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama,” kata H. Jumain Azizi.
Sementara itu, dalam tausiyahnya, TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A. mengingatkan bahwa keberhasilan membangun masjid secara fisik harus diikuti dengan kesungguhan untuk memakmurkannya melalui berbagai aktivitas ibadah dan keagamaan.
“Orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang memiliki keimanan kepada Allah SWT. Karena itu, jangan berhenti pada pembangunan bangunan yang megah. Yang lebih penting adalah bagaimana masjid ini hidup dengan jamaah, ilmu, zikir, dan kegiatan yang mendekatkan masyarakat kepada Allah SWT,” pesan TGB.
Menurutnya, masjid memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan umat Islam. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Masjid Bait At-Taubah sebagai pusat pembinaan spiritual, pendidikan keagamaan, dan penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dalam ceramahnya, TGB juga mengajak jamaah untuk memperbanyak syukur dan taubat kepada Allah SWT. Nama Bait At-Taubah yang berarti Rumah Taubat dinilainya sangat relevan dengan kebutuhan manusia yang tidak pernah luput dari kesalahan dan dosa.
“Kita semua adalah manusia yang lemah dan tidak terlepas dari khilaf. Karena itu, pintu taubat harus selalu terbuka dalam kehidupan kita. Jadikan masjid ini sebagai tempat kembali kepada Allah SWT,” tuturnya.
Mengutip nasihat Imam Al-Ghazali, TGB menjelaskan tiga langkah penting untuk menghindari kemaksiatan, yakni selalu mengingat kebesaran Allah SWT, memperbanyak mengingat kematian, dan membiasakan diri berada di lingkungan orang-orang saleh.
Ia juga mengingatkan pentingnya memilih pergaulan yang baik di tengah berbagai tantangan kehidupan modern yang tidak semuanya membawa manfaat bagi kehidupan beragama.
“Lingkungan sangat memengaruhi karakter seseorang. Jika kita dekat dengan orang-orang baik, maka insya Allah kita akan terdorong kepada kebaikan. Sebaliknya, jika kita berada di lingkungan yang buruk, maka akan mudah terjerumus kepada hal-hal yang tidak diridhai Allah SWT,” ujarnya.
TGB berharap keberadaan Masjid Bait At-Taubah dapat menjadi pusat kemakmuran umat dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Bakong Dasan serta generasi yang akan datang.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin oleh TGH. Khairil Abror. Suasana haru dan penuh kekhusyukan mewarnai penutupan acara sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan karunia Allah SWT yang telah mengantarkan rampungnya pembangunan Masjid Bait At-Taubah. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan