Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kebudayaan di Kecamatan Kayangan, Kamis (26/2/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap ide, gagasan, dan pemikiran dalam penyusunan rancangan Dokumen Kebudayaan Daerah.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, mengatakan Musrenbang Kebudayaan merupakan forum penting yang tidak semua daerah menyelenggarakannya. Melalui kegiatan yang dikemas dalam bentuk gendu rasa atau pertemuan tukar pikiran, pemerintah daerah memberikan ruang kepada tokoh-tokoh kebudayaan untuk menyampaikan saran dan usulan yang akan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan daerah.

“Forum ini sangat strategis karena menjadi wadah menyerap aspirasi para pelaku dan tokoh budaya. Gagasan yang muncul akan kita tuangkan dalam Musrenbang dan dijadikan program-program kebudayaan di Kabupaten Lombok Utara,” ujar Najmul.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat identitas KLU sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat yang terus dipertahankan serta dilestarikan. Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi memberikan masukan konstruktif demi arah kebijakan kebudayaan yang lebih terarah pada masa mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Dikbudpora KLU, H. M. Najib, menjelaskan Musrenbang Kebudayaan difokuskan pada upaya perlindungan, pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan warisan budaya Indonesia, khususnya di Lombok Utara.

Menurut dia, forum tersebut akan mendorong terbentuknya pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah sebagai dasar pemajuan budaya di KLU. Pihaknya juga akan melakukan inventarisasi potensi, permasalahan, serta gagasan pemajuan kebudayaan di lima kecamatan se-Kabupaten Lombok Utara.

“Ke depan, gagasan yang disusun diharapkan mampu mengintegrasikan peran masyarakat, pemerintah, dan para pemangku kepentingan agar arah pembangunan kebudayaan daerah menjadi lebih jelas dan terukur,” kata Najib.

Adapun Musrenbang Kebudayaan tahun ini menargetkan dua keluaran utama, yakni rancangan dokumen pokok-pokok kebudayaan daerah Kabupaten Lombok Utara serta skala prioritas arah pembangunan kebudayaan untuk tahun 2027.

Dengan dokumen tersebut, pemerintah daerah berharap kebijakan kebudayaan dapat disusun secara sistematis, partisipatif, dan berkelanjutan.(AB)