Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, mengunjungi lembaga pendidikan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat dalam rangka silaturahmi dan peninjauan langsung kondisi fisik dan proses belajar-mengajar. Kunjungan ini bukan hanya sekadar formalitas, melainkan simbol perhatian dan kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan berbasis keislaman di wilayah tersebut. 23/7/2025
Bupati Zaini tercatat sebagai kepala daerah pertama yang menginjakkan kaki di MAN Lombok Barat sejak lembaga ini didirikan. Menurut Kepala MAN Lombok Barat, H. Abdul Azis Faradi, M.Pd., kunjungan ini merupakan bukti nyata dari keseriusan pemerintah daerah dalam melihat potensi dan tantangan yang dihadapi madrasah.
“Selama ini mungkin Pak Bupati hanya membaca informasi dari berita, tapi sekarang beliau melihat langsung kondisi MAN satu-satunya di Lombok Barat ini,” ungkap Azis,
Saat ini, MAN Lombok Barat memiliki 726 siswa yang terbagi dalam tiga angkatan: Kelas X dengan 286 siswa, Kelas XI dengan 230 siswa, dan Kelas XII dengan 210 siswa, yang tersebar di 23 rombongan belajar. Rata-rata jumlah siswa di setiap kelas berkisar antara 32 hingga 34. Mayoritas peserta didik berasal dari pondok pesantren yang terdapat di berbagai wilayah Lombok Barat. Dengan mengedepankan nilai-nilai keislaman, madrasah ini telah menjadi pilihan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan formal.
Namun, tantangan besar menghantui lembaga ini, yaitu keterbatasan ruang kelas. Dalam situasi ini, pihak madrasah terpaksa menggunakan asrama, mushalla, dan ruang laboratorium sebagai tempat belajar.
“Dua kelas kami tempatkan di ruang asrama. Satu lagi terpaksa di mushalla. Ruang lab sebenarnya tidak ideal karena itu ruang yang harus dijaga keamanannya,” jelas Azis.
Keterbatasan sarana prasarana ini menghambat optimalisasi proses pembelajaran, yang seharusnya dapat dijalankan dengan baik dalam lingkungan yang layak.
Di tengah peninjauan tersebut, Bupati Zaini menemukan bangunan milik lembaga penjamin mutu yang berdampingan langsung dengan area MAN Lombok Barat. Ia menunjukkan minatnya terhadap pemanfaatan ruang tersebut sebagai solusi jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas.
“Kita akan carikan skema agar ruang itu bisa dimanfaatkan dengan hak guna pakai untuk kepentingan pendidikan MAN,” tutur Bupati LAZ, kepada para guru dan staf madrasah,
Kunjungan Bupati ini memberikan harapan besar bagi seluruh sivitas MAN Lombok Barat. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mewujudkan tambahan ruang kelas yang layak untuk menunjang proses belajar-mengajar. Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap madrasah ini, harapan akan pendidikan yang lebih berkualitas semakin menguat. Melalui dukungan pemerintah, kiranya MAN Lombok Barat mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang lebih baik, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas akademis tetapi juga memiliki karakter yang kuat berdasarkan nilai-nilai keislaman. (Ramli Mji)
