Tanimbar. Mediajurnalindonesia.Id – Proses pembentukan Janin dalam rahim seorang ibu adalah anugerah bagi setiap pasangan. Karna janin yang akan dilahirkan di dunia ini merupakan penerus keturnan suatu keluarga. Namun ada beberapa hal dalam proses pemeriksaan kesehatan, dimana janin yang sudah terbentuk dalam rahim seorang ibu mengalami beberapa masalah kesehatan yang sangat fatal dan mengancam lebih khusus dalam proses pertumbuhan janin itu sendiri menjadi manusia lengkap yang akan dilahirkan ke dunia. Selain itu ada beberapa dampak dari proses kelahiran janin ini ke dunia salah satu contohnya adalah KECACATAN ORGAN TUBUH MANUSIA yang dapat dilihat atau tidak dilihat sekalipun. Kesiapan dari para kerabat dan keluarga tidak dapat melawan dampak buruk yang terjadi oleh janin yang akan dilahirkan itu.

Dari Narasi diatas dapat kita simpulkan sebagai dampak perilaku korupsi bagi kalangan masyarakat khususnya masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar provinsi Maluku yang sedang diperhadapkan oleh pesta demokrasi dalam menentukan pemimpin daerah di Kabupaten julukan Duan-Lolat ini, dengan hadirnya kelima pasangan calon bupati dan wakil bupati, namun sangat disayangkan salah satu pasangan calon tertentu yang dikelilingi oleh para sahabat sejati yang begitu mencinta negeri Tanimbar ini mereka lebih memilih pasangan calon tertentu yang diduga ketika terpilih nanti para sahabat sejati itu akan melindungi segala keterpurukan yang dilakukan.

Para sahabat sejati itu selama ini sangat mencintai Tanimbar negri duan lolat ini namun karna kecintaan mereka inilah akhirnya mereka memilih untuk melihat negeri ini berada dalam beckupan janin yang tidak membawa kebaikan namun membawah dampak buruk, oleh sebab itu janin yang harusnya dipertahankan dalam rahim seorang ibu negeri ini harus digugurkan sebelum berkembang menjadi seorang bayi yang sehat dan siap dilahirkan ke dunia dengan alasan yang tepat, reel dan tidak melanggar kehendak hati nurani.

JALAN PINTAS CARA CULAS

Dikitip dari majalah Nasehat Bijak ” Ordal dan orgil sama-sama tidak ada adab, sakit jiwa.
Ordal dan orgil tidak ada bedanya, sama-sama gila dunia.
Ordal dan orgil sama-sama tidak memiliki norma etika.

Bagaimana tidak, orgil yang tidak mempunyai skill yang berkompeten mampu di sulap dan diberi ruang oleh ordal.
Bagaimana tidak, orgil yang plonga-plongo otak kosong, mampu diangkat menjadi raksasa oleh ordal.
Bagaimana tidak, orgil yang mengaku berilmu dipercaya begitu saja oleh ordal.
Bagaimana tidak, orgil yang suka membual membuat wacana janji palsu, diapresiasi tepuk tangan oleh ordal.

Bahkan penjelasan keputusan aneh yang dibuat oleh orgil, pun di sahkan oleh ordal.
Dan orang waras pun tersenyum melihat situasi ini.
Kok bisa ya? Kok semudah itu ya? (Sambil senyum garuk-garuk kepala keheranan).

Ordal dan orgil.
Mereka hanya ingin sesuatu yang instan dengan cara kotor.
Mereka hanya mau menerima jika ada pelicin suap dari bibit para korupt*r.

Mereka tidak mau menghargai jerih payah usaha orang lain.
Mereka tidak mau tau dan tidak peduli dengan kesusahan orang lain.
Karena yang ada di pikiran mereka hanyalah uang dan perut kenyang.
Mereka menolong bukan pada tempatnya, mereka hanya memanfaatkan situasi kelengahan.
Mata hati mereka tertutup oleh hitamnya angan-angan.(Saily)