Mataram.Mediajurnalindonesia.id-
Ivandi Ahmada (Simpatisan NWDI NTB)
Beredar video dan rekaman TGB KH. Zainul Majdi membuat klarifikasi terkait paket pemilu gubernur (Pilgub) 2024 pasangan Zul-Rohmi dengan pasangan Ummi Rohmi -Musyafirin (Ririn). Video dan rekaman yang membuat heboh masyarakat NTB terutama yang fokus pada perhelatan Pilgub November 2024 mendatang. Berbagai respon dan tanggapan yang muncul ke permukaan lewat diskusi-diskusi di berbagai WA group maupun di berbagai tempat yang memungkinkan untuk berdiskusi.
Ada respon positif dan negatif. Respon positif berkaitan dengan posisi TGB sebagai personal yang tidak mau mencampur adukkan ruang pribadi, ruang organisasi dan ruang politik. Ada juga respon negatif seperti TGB personal yang arogan. Ada juga yang mengatakan bahwa telah terjadi keretakan internal di tubuh NWDI dan lain sebagainya.
Bilamana hendak diteliti lebih jauh apa yang dilakukan oleh TGB sebenarnya proporsional, jika dilihat dari sisi etika maupun normativitas. Dalam posisi sebagai seorang pimpinan organisasi NWDI sudah dapat dipastikan TGB tidak akan mungkin membawanya pada politik praktis. Sedang kan kendaraan yang dipakai untuk kepentingan politik praktis sudah ada partai politik. Jadinya jika jamaah NWDI hendak deklarasi pasangan pilgub sebaiknya pemakaian atribut NWDI ditiadakan.
Bagaimana pun pemakaian atribut NWDI tidak tepat karena NWDI bukan partai politik. Sebanyak dan sekuat apa pun atribut dan jamaah NWDI mendeklarasi, jika belum ada kekuatan partai politik pengusung yang cukup maka dipastikan atribut dan jamaah itu tidak ada artinya. Oleh sebab demikian pantas kira TGB tidak menghendakinya.
Jadi jelas ada ruang organisasi dan ruang partai politik harus dipisahkan. Pada saat yang sama TGB tidak melarang para kader NWDI untuk memperjuangkan Ummi Rohmi sebagai NTB 1, namun sebaiknya dilakukan tanpa membawa-bawa simbol atau atribut NWDI. Jika di masa depan Ummi Rohmi sudah didaftarkan di KPU barulah ada tindak lanjut dengan tentunya meminta dukungan kepada semua warga NWDI. Begitulah kiranya gambaran fase-fasenya atau prosedurnya, sehingga NWDI tidak diseret-seret pada kepentingan politik praktis karena NWDI bukan wadah atau organisasi politik.
Sedangkan untuk ruang pribadi dijelaskan bahwa TGB mendukung Zul-Rohmi jilid dua. Kata ruang pribadi perlu digaris bawahi yang artinya personal TGB saja yang mendukung, tetapi tidak didasarkan pada dukungan kelembagaan dalam hal ini NWDI sebagai organisasi. Dengan demikian siapa pun yang datang meminta dukungan kepada TGB bisa jadi akan didukung semua tetapi tentunya atas nama pribadi semata.
Popularitas Ummi Rohmi
Siapa pun yang akan berpasangan dengan Ummi Rohmi diyakini prospek untuk menang di gelaran pilkada gubernur 2024. Banyak kelebihan yang dimiliki oleh Ummi Rohmi. Pertama, berpengalaman selama 5 tahun terakhir sebagai kepala pemerintahan ( wakil gubernur). Kedua, mempunyai massa riil. Ketiga, mempunyai daya tarik tersendiri jika pasangan itu satu laki satu perempuan, karena memang masyarkat terdiri dari dua jenis yaitu laki dan perempuan.
Makanya pernah muncul ada Ummi Rohmi – Lalu Gita Ariadi, atau Lalu Gita Ariadi -Ummi Rohmi, Zul – Rohmi, Ummi Rohmi -Musyafirin, Ummi Rohmi -Iqbal. Singkatnya Ummi Rohmi mempunyai daya tarik tersendiri untuk dipasangkan dengan banyak bakal calon gubernur maupun wakil gubernur. Keterkenalan Ummi Rohmi dengan berbagai nilai plusnya memungkinkan siapa pun yang berpasangan dengannya bisa jadi melenggang sebagai pemenang di 2024.
Sebenarnya dengan adanya persaingan untuk “memperebutkan” Ummi Rohmi memperlihatkan indikasi popularitas Ummi Rohmi. Dari perebutan yang terjadi itulah nampak tersirat konflik. Tentunya konflik yang demikian cukup berdampak positif bagi semakin menaikkan popularitas Ummi Rohmi di pentas pemilukada 2024-2029.
Ummi Rohmi tidak saja unggul di atas panggung popularitas namun tentu juga harus populer juga di lapangan sehingga popularitas dipanggung tersambung dengan popularitas di lapangan. Dengan bahasa lain popularitas dilapangan diciptakan lewat ada nya jalinan chemistry antara Ummi Rohmi dengan masyarkat luas. Tidak boleh berhenti di intra organisasi tetapi juga harus keluar sekat-sekat pembatas.
Strategi Ummi Rohmi
Sebagai seorang perempuan penulis yakin Ummi Rohmi akan memberikan yang terbaik untuk kaumnya. Misalnya bagaimana mau berbuat untuk tenaga kerja wanita (TKW). Bagaimana pun NTB sudah lama menjadi kantong Pekerja Migran. Bahkan sudah tidak asing lagi mengenai adanya kisah-kisah pilu dari keberadaan mereka.
Ada TKW yang pergi meninggalkan rumah mereka untuk mencari nafkah ke Arab Saudi. Meninggalkan suami dan anak-anak nya. Lalu si perempuan mengirimkan gajinya (remintance), perlahan-lahan rumah terbangun. Tidak itu saja remitance yang terkirim juga mampu diinvestasikan seperti membeli ternak untuk dikembangbiakkan.
Setelah cukup lama di Arab Saudi si perempuan pulang. Lambat laun waktu bergulir si perempuan diceraikan. Sementara rumah dan uang lainnya tidak bisa dituntutnya karena tanah tmpt membangun atas nama suaminya. Ludes sudah semua yang dicarinya dahulu di luar negeri. Suami yang dikiranya akan menyayangi berpaling ke lain orang.
Padahal si perempuan pergi ke luar negeri dengan pertaruhan jiwa raga, namun apalah daya setelah kembali kadang nasib tidak berpihak. Tentu masih banyak lagi cerita mengenai keberadaan TKW di mana banyak kisah-kisah yang tidak dapat dijelaskan karena kadang tidak masuk akal. Semua terus berjalan para TKW terus berusaha untuk mengubah nasib mereka.
Perempuan sebenarnya mempunyai naluri dilindungi, namun sering kali merekalah yang harus “melindungi” keluarga mereka bahkan dengan cara harus keluar negeri agar perlindungan yang diberikan kepada keluarganya selengkap-lengkapnya. Naluri dilindungi berubah menjadi naluri melindungi, karena memang kondisi yang memaksa. Kejadian luar biasa saja yang mengubah naluri alami perempuan menjadi melawan naluri nya sendiri.
Dengan naiknya sosok figur gubernur perempuan nantinya. Tentu masyarkat NTB ada harapan untuk dapat ditingkatkan kesejahteraannya, terutama bagaimana berbuat untuk para pekerja migran Indonesia (NTB). Dengan kemampuan manajerial yang lembut diharapkan persoalan-persoalan TKW dapat diselesaikan.
Bagaimana pun cara Ummi Rohmi dipastikan akan berbuat baik kepada kaumnya. Banyak cara untuk mengatasi persoalan-persoalan TKW baik sebelum maupun purna sebagai TKW.
Tangan dingin perempuan juga diperlukan pada konteks-konteks tertentu. Terutama agar persoalan pekerja migran NTB mendapatkan yang terbaik. Bagaimana pun banyak masalah yang terjadi bermula di tempat asal PMI termasuk TKW di dalamnya.(Ramli.Mji)
