MATARAM, Mediajurnalindonesia.id – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan pembekalan materi Wawasan Kebangsaan kepada anggota Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Provinsi NTB dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang berlangsung di Hotel Grand Madani, Kota Mataram, Sabtu (31/10/2026).

Materi tersebut disampaikan oleh Kompol Ricky Yuhanda, S.E., S.I.K., M.M., selaku Kasubdit Binpolmas Ditbinmas Polda NTB. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman kebangsaan sekaligus meningkatkan kapasitas anggota Senkom dalam menjalankan peran sebagai mitra Polri dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Kompol Ricky Yuhanda menekankan bahwa hubungan antara Senkom Mitra Polri dan institusi kepolisian harus dibangun atas dasar kemitraan, komunikasi, koordinasi, serta kepedulian terhadap lingkungan masyarakat.

Ia menjelaskan, Polri memiliki tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, Senkom berperan sebagai mitra masyarakat dalam komunikasi informasi dan dukungan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sinergi antara Polri dan Senkom harus dilaksanakan secara profesional, sukarela, terukur, serta tetap menghormati tugas dan kewenangan masing-masing,” demikian salah satu pokok materi yang disampaikan.

Selain hubungan kemitraan, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya wawasan kebangsaan sebagai cara pandang warga negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

Menurut materi yang disampaikan, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kompol Ricky juga mengingatkan sejumlah tantangan kebangsaan yang berkembang saat ini, khususnya penyebaran berita bohong (hoaks), disinformasi, ujaran kebencian, provokasi melalui media sosial, polarisasi sosial, serta rendahnya literasi digital.

Karena itu, anggota Senkom diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang cerdas dalam menerima dan menyampaikan informasi. Setiap informasi harus diperiksa kebenaran sumber, tanggal, konteks, serta bukti pendukungnya sebelum disebarluaskan.

” Saring sebelum sharing. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan dan mengganggu keharmonisan masyarakat,” menjadi pesan penting dalam pembekalan literasi digital tersebut.

Dalam kesempatan itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai peran strategis Senkom Mitra Polri dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Peran tersebut meliputi membantu menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat, mendorong kewaspadaan lingkungan, mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta menyampaikan laporan atau informasi melalui jalur resmi apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Namun, Senkom tetap harus memahami batas kewenangannya. Organisasi ini merupakan mitra komunikasi dan kepedulian masyarakat, bukan pengganti aparat penegak hukum. Oleh karena itu, setiap anggota diingatkan untuk tidak melakukan tindakan di luar kewenangan, menghindari tindakan konfrontatif, serta tidak main hakim sendiri.

Lebih lanjut, sinergi antara Polri, Senkom, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Melalui koordinasi yang terarah, edukasi kebangsaan, penguatan toleransi, serta peningkatan kepedulian terhadap lingkungan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas.

Diklat ini juga diarahkan untuk menghasilkan langkah tindak lanjut yang konkret dan terukur, di antaranya memperkuat koordinasi rutin antara pengurus Senkom dan mitra Polri, mengintensifkan edukasi antihoaks, membangun kemitraan dengan tokoh masyarakat dan pemuda, serta melaksanakan evaluasi kegiatan secara berkala.

Keberhasilan pembekalan tersebut tidak hanya diukur dari pemahaman peserta terhadap materi, tetapi juga dari perubahan perilaku, kualitas komunikasi, ketepatan informasi yang disampaikan, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui kegiatan Diklat Wawasan Kebangsaan ini, Senkom Mitra Polri Provinsi NTB diharapkan semakin profesional, bertanggung jawab, dan mampu menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi yang positif antara Polri dan masyarakat.

Semangat menjaga persatuan, menghormati hukum, merawat keberagaman, serta memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut demi mewujudkan NTB yang aman, damai, rukun, dan sejahtera.(*)