Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa Barat, melalui Wakil Ketua Merliza, S.Sos.i., MM, menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan jajarannya atas jawaban yang komprehensif terkait pandangan, pertanyaan, dan catatan strategis dari Fraksi-Fraksi DPRD. Hal ini diharapkan memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam penyusunan APBD tahun anggaran 2026, demi mewujudkan Kabupaten Sumbawa Barat yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Wakil Bupati Sumbawa Barat Hj. Hanifah Musyafirin, S.PT., MM. Inov, kemudian menyampaikan tanggapan terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi mengenai Raperda APBD tahun anggaran 2026, mencakup beberapa poin utama:

* Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD): Fraksi PDI-P, Nasdem, PKS, PAN, Gerindra, dan Golkar mendorong optimalisasi PAD berbasis pariwisata, UMKM, pertambangan, dan sektor unggulan lainnya. Pemerintah daerah menyambut baik saran ini, khususnya dalam digitalisasi pajak dan retribusi melalui aplikasi Simtax dan e-retribusi untuk pembayaran cashless. Optimalisasi sumber daya lokal di sektor pariwisata, UMKM, pertanian, dan kelautan juga akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat kemandirian fiskal.

* Peningkatan Target PAD Tahun 2026: Fraksi Nasdem mendorong peningkatan target PAD untuk mengatasi masalah pengangguran dan fasilitas kesehatan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk intensifikasi dan ekstensifikasi sumber PAD serta telah berupaya meningkatkan akses vokasi dan balai latihan kerja untuk pengangguran, serta program “Maju Kesehatan” untuk layanan kesehatan.

* Kebijakan Strategis Pertumbuhan Ekonomi dan Antisipasi Pasca-Tambang: Fraksi PPP-PKB mempertanyakan kebijakan strategis untuk menstabilkan pertumbuhan ekonomi tahun 2026-2029 dan antisipasi berakhirnya masa eksploitasi tambang tahun 2030. Pemerintah daerah merumuskan strategi:
1). Diversifikasi ekonomi daerah dengan memperkuat sektor non-tambang seperti pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan, dan hilirisasi industri.
2). Penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui akses permodalan, digitalisasi usaha, dan integrasi rantai pasok.
3).Peningkatan investasi dan infrastruktur dengan insentif, kemudahan perizinan, dan pembangunan infrastruktur dasar.
4).Stabilisasi fiskal daerah melalui optimalisasi PAD, efisiensi belanja, dan pengelolaan pembiayaan yang akuntabel.Sebagai langkah antisipatif pasca-tambang, pemerintah daerah akan mendukung pengembangan kawasan industri dan transformasi pariwisata berkelanjutan.

* Inovasi Pendapatan dan BUMD: Usulan Fraksi PAN untuk merancang roadmap peningkatan PAD minimal 15% dalam lima tahun dengan fokus pada pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa lingkungan, serta pengembangan ekonomi biru dan hijau, disambut baik. Fraksi PDI-P juga menekankan inovasi dalam pengembangan BUMD sebagai penggerak ekonomi dan penyumbang PAD, yang disepakati pemerintah daerah sebagai instrumen strategis.

*Optimalisasi PT. AMMAN: Fraksi Gerindra dan Golkar mendorong PT. AMMAN untuk mengoptimalisasi smelter dan kawasan industri, serta mendukung relaksasi ekspor terbatas untuk mempertahankan fiskal daerah. Pemerintah daerah terus mendorong percepatan kawasan industri Sumbawa Barat dan sepakat pentingnya menjaga kesinambungan fiskal.(Rozak)