MATARAM, Mediajurnalindonesia.id – Menjaga keamanan dan stabilitas daerah tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan. Dibutuhkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Komitmen tersebut menjadi semangat utama Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Wawasan Kebangsaan (Wasbang) Senkom Mitra Polri Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Meningkatkan Kapasitas dan Kesadaran Kebangsaan Anggota Senkom Mitra Polri melalui Sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah demi Terwujudnya NTB yang Aman, Damai dan Kondusif”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus meneguhkan peran Senkom sebagai mitra komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Diklat yang berlangsung di Hotel Grand Madani, Kota Mataram, tersebut dibuka secara resmi oleh Kapolda NTB yang diwakili Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda NTB, Kombes Pol. Sudartomo, S.I., M.Si.
Pembukaan kegiatan ini menegaskan pentingnya membangun kolaborasi berkelanjutan antara institusi kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan. Dalam konteks tersebut, Senkom Mitra Polri memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan sosial yang dapat membantu membangun komunikasi, meningkatkan kepedulian lingkungan, serta memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan bersama.
Sejumlah unsur pimpinan dan pemangku kepentingan daerah turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Kesbangpoldagri NTB dan Danrem 162/WB yang diwakili Kasdim 1606/Mataram.
Hadir pula Ketua Senkom Mitra Polri Provinsi NTB, Yudi Kristiyanto, ST, beserta jajaran pengurus, para pembina Senkom NTB, serta ketua dan sekretaris Senkom kabupaten/kota se-Provinsi NTB.

Ketua Senkom Mitra Polri NTB, Yudi Kristiyanto, ST, bersama jajaran pengurus menyambut positif pelaksanaan Diklat Wawasan Kebangsaan tersebut. Kegiatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas anggota, terutama dalam memahami nilai-nilai kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta membangun tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Penguatan wawasan kebangsaan juga menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan sosial, termasuk potensi perpecahan, penyebaran informasi tidak benar, intoleransi, dan berbagai persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.
Karena itu, anggota Senkom diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui tindakan nyata, komunikasi yang bertanggung jawab, serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Lebih jauh, Diklat Wasbang ini bukan sekadar agenda peningkatan pengetahuan organisasi, melainkan bagian dari upaya menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen lintas sektor antara Senkom, TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun sistem kewaspadaan masyarakat yang mengedepankan pencegahan, koordinasi, edukasi, dan penyampaian informasi melalui jalur yang tepat sesuai kewenangan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Senkom Mitra Polri Provinsi NTB diharapkan semakin profesional, solid, dan memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Dengan demikian, keberadaan organisasi tidak hanya dirasakan dalam kegiatan internal, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pada akhirnya, keamanan dan kedamaian bukan semata-mata hasil kerja aparat, melainkan buah dari kebersamaan, persatuan, dan tanggung jawab seluruh komponen bangsa dalam menjaga daerahnya.
Senkom Mitra Polri: Bersinergi, Berkontribusi, dan Mengabdi untuk NTB yang Aman, Damai, dan Kondusif.(*)

Tinggalkan Balasan