Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id – Bakal Calon Kepala Desa Lembar, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, H. Muhammad Sa’i, memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan apabila mendapat amanah masyarakat untuk memimpin Desa Lembar periode 2027–2035.

Paparan tersebut disampaikan H. Muhammad Sa’i kepada wartawan di Lembar, Senin (5/10/2026). Ia menegaskan, perubahan tata kelola pemerintahan desa harus dimulai dari keterbukaan, efisiensi anggaran, penguatan ekonomi masyarakat serta pembangunan yang merata di seluruh dusun.

Menurut Sa’i, transparansi pengelolaan Dana Desa menjadi salah satu komitmen utama yang akan dikedepankan. Masyarakat, kata dia, harus mengetahui secara jelas bagaimana anggaran desa direncanakan, dialokasikan dan digunakan.

“Kalau nanti saya diamanahkan, semua anggaran dan Dana Desa harus bersifat transparan dan terbuka. Kita harus fokus pada program yang benar-benar urgensi dan dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Ia menyebut, keterbukaan informasi anggaran akan dilakukan melalui papan informasi di setiap dusun serta optimalisasi media sosial desa sebagai sarana publikasi kegiatan pemerintahan dan pembangunan.

“Jangan sampai masyarakat tidak tahu anggaran desa digunakan untuk apa. Karena itu, informasi harus dibuka secara jelas di setiap dusun dan melalui media sosial desa,” ujarnya.

Pensiunan Kariawan disalahsatu perusahaan daerah itu (PDAM) juga menyoroti keterbatasan anggaran desa yang menurutnya membutuhkan strategi khusus agar pembangunan tetap berjalan. Karena itu, ia menilai seorang kepala desa harus memiliki jaringan dan komunikasi yang baik dengan pemerintah kabupaten, provinsi maupun berbagai stakeholder.

“Seorang pemimpin harus punya link dan relasi ke atas. Kita harus jemput bola, masuk ke dinas-dinas dan membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi. Dengan begitu, peluang mendapatkan dukungan program dan pembangunan untuk desa akan semakin terbuka,” katanya.

Ia menargetkan, apabila dipercaya masyarakat, perubahan di Desa Lembar mulai terlihat secara bertahap dalam dua tahun pertama kepemimpinannya.

“Minimal dalam planning saya, dalam dua tahun harus ada perubahan sekitar 30 persen. Tentu semuanya dilakukan bertahap sesuai kemampuan dan anggaran yang ada,” ungkapnya.

Sa’i menambahkan, efisiensi anggaran juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan perubahan tersebut. Anggaran yang dinilai kurang prioritas akan dievaluasi, sementara kebutuhan masyarakat yang mendesak akan lebih diutamakan.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian serius M.Sa’i adalah persoalan lingkungan, terutama kebersihan, drainase dan pengelolaan sampah.

Ia menilai persoalan lingkungan di sejumlah wilayah Desa Lembar perlu mendapat penanganan serius karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

“Yang sangat menonjol menurut saya adalah masalah kesehatan, terutama dari sisi lingkungan. Drainase, kebersihan dan persoalan sampah harus menjadi perhatian. Jangan sampai kondisi lingkungan justru menjadi sumber penyakit,” katanya.

Karena itu, ia berencana mendorong sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dengan melibatkan masyarakat dan pemuda desa. Sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekonomi apabila dikelola dan diolah dengan baik.

Selain itu, lelaki yang dikenal memiliki karakter tegas itu juga menyoroti peran pemuda, menurutnya pemuda sebagai bagian penting dalam agenda perubahan Desa Lembar. Salah satu program yang akan diperkuat adalah kelembagaan Karang Taruna.

Menurutnya, Karang Taruna tidak boleh hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus menjadi wadah pembinaan, pengembangan bakat dan peningkatan kapasitas generasi muda.

“Karang Taruna ini sangat penting. Kita akan melakukan pembinaan secara efektif dan mendorong kegiatan pemuda. Potensi mereka harus dikembangkan agar bisa mengangkat marwah Desa Lembar,” jelasnya.

Ia mencontohkan potensi olahraga seperti sepak bola yang dapat dikembangkan secara serius sehingga para pemuda yang memiliki bakat bisa mendapatkan kesempatan untuk dibina dan dilirik oleh perusahaan maupun lembaga lain.

“Kalau ada anak-anak yang punya bakat sepak bola, misalnya, kita bina. Kalau potensinya terlihat, bukan tidak mungkin mereka bisa mendapatkan kesempatan dari perusahaan atau lembaga lain. Ini juga bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia,” katanya.

Selain itu, pemberdayaan pemuda, perempuan dan kelompok masyarakat akan diarahkan melalui pelatihan keterampilan kerja serta dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan seni budaya.

Persoalan pemerataan akses air bersih bagi masyarakat juga menjadi perhatian khusus. Ia mengatakan, jaringan distribusi air bersih perlu ditata dan diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih merata.

“Saya juga akan mendorong pemerataan jaringan air bersih. Kebetulan saya memahami persoalan distribusi dan celah-celah yang memungkinkan jaringan itu diperluas. Jadi, menurut saya, persoalan ini bukan sesuatu yang tidak bisa diselesaikan,” ujarnya.

Dalam dokumen visi-misinya, H. Muhammad Sa’i mengusung semangat “Salam Perubahan” dengan tagline:

“Saatnya Berbenah, Saatnya Desa Kita Maju Bersama Sa’i.”

Visinya adalah:

“Mewujudkan Desa Lembar yang Maju, Sejahtera, Transparan, dan Berdaya Saing melalui Perubahan Berkelanjutan Berbasis Kemitraan Masyarakat.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, Sa’i merumuskan empat agenda utama.

Pertama, perubahan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, melalui pelayanan publik yang cepat dan tepat serta transparansi pengelolaan APBDes melalui papan informasi di masing-masing dusun dan media sosial desa.

Kedua, perubahan ekonomi dan kesejahteraan warga, dengan mengoptimalkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), memberikan pendampingan, akses modal dan fasilitasi pemasaran bagi UMKM, petani, nelayan maupun peternak. Ia juga berkomitmen mendukung optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih serta mendorong penataan dan pemekaran wilayah secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, perubahan infrastruktur dan lingkungan, berupa pembangunan sarana-prasarana jalan, drainase dan fasilitas umum secara merata tanpa membeda-bedakan wilayah, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan tanggap terhadap bencana.

Keempat, perubahan sosial, budaya dan sumber daya manusia, melalui penyediaan Mobil Siaga Desa, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan melalui optimalisasi Posyandu, serta pemberdayaan pemuda, perempuan dan kelompok masyarakat melalui pelatihan keterampilan kerja dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan maupun seni budaya.

Sa’i menegaskan, seluruh gagasan tersebut tidak akan berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Karena itu, apabila dipercaya memimpin Desa Lembar, ia mengaku akan menjadikan kemitraan dengan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan.

“Perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah desa harus berjalan bersama masyarakat. Saatnya kita berbenah dan membangun Desa Lembar secara bersama-sama,” pungkasnya. (Ramli Mji)