Lombok Barat.Mediajurnalindonesia.id- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lombok Barat resmi menutup The 13th International Conference on Computer, Control, Informatics and its Applications (IC3INA) 2026 di Senggigi, Jumat (4/9/2026).

Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh perwakilan 40 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akademisi, peneliti, praktisi, serta peserta dan pembicara dari dalam maupun luar negeri.

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah mitra, di antaranya Politeknik Pariwisata Lombok dan Universitas Mataram, serta mendapat dukungan dari sejumlah sponsor.

Kepala Dinas Kominfotik Kabupaten Lombok Barat, H. Rizky Bani Adam, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya IC3INA 2026 dengan baik. Menurutnya, konferensi tersebut menjadi wadah penting untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan berbagai pihak dalam membahas perkembangan teknologi dan pemanfaatannya bagi masyarakat.

“Alhamdulillah kegiatan selama dua hari ini sudah selesai. Selama kegiatan berlangsung, para keynote speaker dan pemakalah menyampaikan berbagai hasil penelitian dan paper masing-masing,” ujarnya.

Rizky mengatakan, Kabupaten Lombok Barat merasa bangga karena dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan IC3INA 2026. Ia berharap Lombok Barat dapat kembali menjadi tuan rumah pada pelaksanaan konferensi internasional tersebut di tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, konferensi ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan masyarakat sekaligus membuka peluang jejaring dan kolaborasi baru.

“Konferensi ini menjadi wadah untuk mempertemukan para praktisi, akademisi, dan peneliti. Dari sini diharapkan terbangun jejaring baru, memperkuat jejaring yang sudah ada, serta membuka peluang kerja sama, kolaborasi, partisipasi dan kontribusi ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, Esa Prakasa, mengatakan pelaksanaan IC3INA 2026 merupakan hasil kolaborasi BRIN dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, khususnya Diskominfotik, serta sejumlah perguruan tinggi dan mitra lainnya.

Ia menyampaikan apresiasi karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Para keynote speaker dan pemakalah dari dalam maupun luar negeri turut berpartisipasi, baik secara langsung maupun daring.

Esa menjelaskan, salah satu tujuan utama konferensi adalah menjadi ruang pertukaran informasi dan pengetahuan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya bidang sains data dan informasi.

Pada pelaksanaan tahun ini, salah satu tema yang menjadi perhatian adalah Agentic Artificial Intelligence (Agentic AI), sebuah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang memungkinkan AI menjalankan rangkaian tugas berdasarkan tujuan yang diberikan.

“Kalau selama ini AI membantu tugas-tugas kita dalam berbagai fungsi, dalam Agentic AI peran AI bisa menjadi lebih besar. Kita menetapkan satu tujuan dan AI dapat membantu menjalankan proses secara keseluruhan,” jelasnya.

Menurut Esa, perkembangan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru, terutama mengenai sejauh mana pekerjaan dapat dipercayakan kepada AI serta bagaimana proses validasi terhadap hasil yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.

Esa menyebutkan, peserta dan pembicara IC3INA 2026 berasal dari sejumlah negara di Asia dan Eropa. Hasil penelitian yang dipresentasikan dalam konferensi selanjutnya ditargetkan dapat diterbitkan dalam bentuk prosiding dan menjadi referensi bagi peneliti dalam mengembangkan riset berikutnya.

“Harapannya setelah kegiatan ini akan muncul kolaborasi lebih lanjut. Dari diskusi selama konferensi dapat lahir ide-ide baru untuk proyek penelitian berikutnya yang nantinya memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Perekayasa Ahli Utama BRIN, Andrari Grahitandaru, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat juga melakukan review terhadap Master Plan Smart City Kabupaten Lombok Barat.

Review tersebut dilakukan untuk menyesuaikan master plan yang sebelumnya disusun pada 2021 dengan RPJMD Kabupaten Lombok Barat 2025–2029.

Andrari mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat yang telah memasukkan konsep Smart City ke dalam dokumen RPJMD.

Menurutnya, pembangunan Smart City Lombok Barat perlu mengacu pada enam dimensi utama, yakni smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society/citizen, dan smart environment.

Andrari juga menyoroti pemanfaatan Sistem Peta Informasi (SPI) sebagai salah satu instrumen berbasis data yang dapat mendukung proses pembangunan daerah.

Menurutnya, SPI memungkinkan data pembangunan diolah dan divisualisasikan dalam bentuk peta sehingga pemerintah dapat melihat kondisi suatu wilayah dan menentukan intervensi pembangunan berdasarkan data.

“Data itu untuk pembangunan. Dalam pengambilan keputusan harus berbasis data. Kalau sebuah kabupaten belum memiliki big data, sangat berpotensi untuk memanfaatkan SPI,” ungkapnya.

BRIN, lanjut Andrari, siap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah yang ingin mereplikasi sistem tersebut. Hal ini sejalan dengan nota kesepahaman yang telah terjalin antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

Ia berharap pemanfaatan sistem berbasis data tidak hanya memberikan manfaat bagi Lombok Barat, tetapi juga dapat direplikasi oleh pemerintah daerah lainnya.

“Jangan hanya Lombok Barat yang maju. Melalui SPI, kami berharap semua pemerintah daerah dapat mereplikasi dan maju bersama,” pungkasnya. (Red)