Jakarta.Mediajurnalindonesia.id, 5 September 2026 — Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah menghadiri Seminar, Workshop & Health Technology Expo “Inovasi Layanan Fasilitas Kesehatan Modern Indonesia 2026” yang diselenggarakan Perhimpunan Kolaborasi Kesehatan Nasional (PKKN) di Hotel Harris FX Sudirman, Jakarta, Jumat–Minggu, 4–6 September 2026.

Dalam forum nasional yang mengangkat tema “Akselerasi Smart Healthcare Indonesia Melalui Integrasi Artificial Intelligence, Transformasi Digital, dan Inovasi Layanan Kesehatan Modern Berkelanjutan”, Bupati Sumbawa Barat mendapat kesempatan menyampaikan materi mengenai Transformasi Kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat.

Selain Bupati Sumbawa Barat, turut pula menjadi pemateri dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr. Raden Vini Adiani Dewi, MMRS.

Dalam paparannya, Bupati menegaskan bahwa transformasi kesehatan di daerah harus diarahkan bukan semata-mata pada perubahan teknologi, tetapi pada perubahan cara pemerintah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah diakses, cepat, berkualitas, efisien, dan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

” Transformasi kesejahteraan masyarakat termasuk didalamnya masalah kesehatan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melakukan Intervensi langsung ke kepala keluarga. Kesemuanya itu terakomodir dalam sistem kerja dalam program kartu Sumbawa Barat Maju yang di dalamnya terdapat layanan maju kesehatan, Ungkap Bupati.

Pendekatan layanan kepada masyarakat

Bupati juga menekankan pentingnya membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi melalui penguatan layanan kesehatan, pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan data, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence, rekam medis elektronik, interoperabilitas data, telemedicine dan berbagai perangkat kesehatan pintar harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat pelayanan, bukan menggantikan peran tenaga kesehatan.

Hal ini sejalan dengan arah forum yang mendorong pemanfaatan teknologi kesehatan secara aman, efektif, etis dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien.

Keikutsertaan Kabupaten Sumbawa Barat dalam forum tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan arah pembangunan kesehatan daerah sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman dan membangun jejaring kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dunia usaha dan industri teknologi kesehatan.

Forum nasional ini sendiri mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mempercepat terwujudnya pelayanan kesehatan modern yang berbasis teknologi, terintegrasi dan berkelanjutan.