Giri Menang, Mediajurnalindonesia.id – Bahasa Sasak bersiap melangkah ke panggung yang lebih luas. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan Kongres Internasional Bahasa Sasak Pertama yang akan digelar di Lombok Barat pada 28–29 Oktober 2026 mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, saat menerima audiensi panitia penyelenggara dari Majelis Adat Sasak (MAS) di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026).

Kongres ini dinilai bukan sekadar forum kebudayaan, tetapi dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi bahasa Sasak sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Lombok sekaligus memperkenalkannya kepada dunia internasional.

Di tengah perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan semakin kuatnya penggunaan bahasa global di kalangan generasi muda, keberadaan bahasa daerah menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, pelestarian bahasa Sasak membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat adat, akademisi, budayawan, hingga generasi muda.

“Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mendukung penyelenggaraan Kongres Internasional Bahasa Sasak Pertama ini,” ujar Hj. Nurul Adha.

Menurutnya, bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga bagian dari identitas, sejarah, serta warisan pengetahuan masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah dan para pegiat budaya dalam mempersiapkan agenda internasional tersebut. Kolaborasi diharapkan mampu memastikan kongres tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi melahirkan gagasan konkret bagi pengembangan dan pelestarian bahasa Sasak.

Kongres Internasional Bahasa Sasak Pertama nantinya diharapkan menjadi ruang bertemunya para pemerhati bahasa, budayawan, akademisi, tokoh adat, serta berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap keberlangsungan bahasa Sasak.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi lintas elemen, forum tersebut diharapkan mampu membuka jalan bagi bahasa Sasak untuk semakin dikenal, dikaji, dan dikembangkan tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di ranah internasional.

Bagi Lombok Barat, menjadi tuan rumah kongres internasional ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan perkembangan zaman.

Bahasa Sasak tidak sekadar warisan masa lalu. Melalui kongres ini, bahasa Sasak diharapkan menjadi identitas yang terus hidup dan mampu menembus batas daerah hingga panggung dunia.(Ramli Mji)