Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) menggelar Seminar Edukasi Kesehatan bertema “Optimalisasi Seribu Hari Pertama Kehidupan dan Persiapan Kehamilan Menuju Generasi Emas Indonesia 2045”, Jumat (7/8). Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan angka stunting di Kabupaten Sumbawa Barat.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., saat membuka seminar mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui berbagai program inovatif, salah satunya layanan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans.
Menurutnya, sejak Januari hingga Agustus 2026, layanan TRC Ambulans telah memberikan sekitar 24.000 layanan kepada masyarakat. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas.
“Angka ini terus meningkat dan menjadi bukti bahwa masyarakat benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau,” ujar Bupati Amar.
Ia menjelaskan, TRC Ambulans merupakan salah satu layanan unggulan dalam Program Kartu Sumbawa Barat Maju, khususnya pada Layanan Maju Kesehatan, yang memberikan respons cepat terhadap kebutuhan pelayanan medis hingga ke rumah-rumah warga.
Lebih lanjut, Bupati Amar menegaskan bahwa perhatian terhadap kesehatan tidak hanya diberikan ketika masyarakat sakit, tetapi harus dimulai sejak masa persiapan kehamilan, kehamilan, hingga anak melewati 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Menurutnya, periode tersebut menjadi fase paling menentukan dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan mencegah terjadinya stunting.
Karena itu, ia mengajak seluruh keluarga dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi, kesehatan ibu hamil, serta tumbuh kembang anak sejak dini.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG., Subsp. Urogin-RE., mengatakan kerja sama antara FK Unair dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan seminar, tetapi juga akan diperluas pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia mengungkapkan, saat ini terdapat tiga putra-putri daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang sedang menempuh pendidikan dokter spesialis di FK Unair. Ke depan, kerja sama juga diarahkan pada penempatan dokter residen guna memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr. Carlof, menambahkan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan selama tiga hari hasil kolaborasi Pemkab Sumbawa Barat, FK Unair, dan PT AMMAN.
Setelah seminar, kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan Basic Life Support (BLS) atau Bantuan Hidup Dasar bagi masyarakat di Universitas Cordova pada Sabtu (8/8). Rangkaian kegiatan kemudian ditutup pada Minggu (9/8) di kawasan Pantai Maluk dengan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, donor darah, aksi Clean Up Beach, serta penanaman tanaman pesisir sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan.
Bupati Amar berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dan PT AMMAN dapat terus berlanjut dalam memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya hidup sehat.
“Dengan ikhtiar dan kerja sama semua pihak, saya berharap pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumbawa Barat akan terus berkembang dan semakin berkualitas,” katanya.

Tinggalkan Balasan