Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi menerima 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sapa Nusantara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) secara resmi menerima 34 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sapa Nusantara Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang akan melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Rempek Darussalam, Kecamatan Gangga. Penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) KLU, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Lokal Melalui Transformasi SDM untuk Mewujudkan Desa Mandiri Berkelanjutan”. Tema tersebut diharapkan menjadi landasan bagi mahasiswa dalam merancang dan melaksanakan program pemberdayaan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat desa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin, M.Si., mengatakan kehadiran mahasiswa KKN merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Menurut dia, Lombok Utara sebagai kabupaten termuda di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang baru memperingati hari jadinya ke-18 pada 21 Juli lalu masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari sektor ekonomi, sosial, budaya, hingga tata kelola pemerintahan.

“Pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Melalui kerja sama ini, kami berharap mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah untuk membantu pembangunan di Lombok Utara,” ujar Sahabudin.

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Lombok Utara memiliki lima kecamatan dan 42 desa. Pemerintah daerah juga tengah mengupayakan pemekaran 26 desa baru sehingga jumlah desa menjadi 68 sebagai langkah mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Sahabudin berharap keberadaan mahasiswa KKN UMY mampu memberikan kontribusi nyata bagi percepatan pembangunan, khususnya di Desa Rempek Darussalam.

Selain itu, ia meyakini para mahasiswa akan mampu beradaptasi dengan cepat di tengah masyarakat karena adanya kemiripan budaya antara masyarakat Jawa dan Lombok Utara.

“Masyarakat Rempek Darussalam sangat inklusif dan terbuka. Saya yakin dengan kemiripan budaya dan kemampuan beradaptasi, adik-adik mahasiswa dapat segera menyatu dengan masyarakat setempat,” katanya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Sahabudin juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang kembali mempercayakan Lombok Utara sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk sinergi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis pengabdian masyarakat.

“Kami menitipkan adik-adik mahasiswa kepada Bapak Kepala Desa Rempek Darussalam untuk dibina dan dijaga selama pelaksanaan KKN. Semoga kegiatan ini berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi terwujudnya desa yang mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Sapa Nusantara UMY, Sakir, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara atas dukungan dan arahan yang diberikan sehingga 34 mahasiswa dapat melaksanakan KKN di Desa Rempek Darussalam.

Menurut Sakir, pelaksanaan KKN harus menghasilkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.

“KKN harus benar-benar menjadi kerja kuliah nyata. Program yang dijalankan mahasiswa akan diselaraskan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara serta kebutuhan masyarakat. Dana yang kami himpun dari sponsor juga akan digunakan sepenuhnya untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sakir juga menyampaikan pesan Rektor UMY mengenai peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di Lombok Utara. UMY membuka kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN), kepala desa, maupun perangkat desa untuk melanjutkan pendidikan magister dan doktor melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta sistem perkuliahan daring sehingga tidak mengganggu tugas pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, UMY juga menawarkan program pendidikan dokter spesialis bagi dokter umum di Lombok Utara yang ingin meningkatkan kompetensi profesionalnya.

Menutup sambutannya, Sakir meminta dukungan pemerintah desa dan masyarakat agar para mahasiswa memperoleh bimbingan selama menjalankan pengabdian di desa.

“Kami titipkan adik-adik mahasiswa kepada Pak Kepala Desa dan masyarakat. Mohon dibimbing apabila ada hal-hal yang kurang tepat. Kami ingin kolaborasi ini berjalan harmonis, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak positif bagi Desa Rempek Darussalam,” tuturnya.(D)