Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah saat menyampaikan tanggapan kepala daerah atas pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
Penyampaian tanggapan tersebut berlangsung dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Lombok Utara yang digelar di Ruang Sidang DPRD KLU, Senin (27/7/2026).
Sidang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara Agus Jasmani didampingi Wakil Ketua I Hakamah serta dihadiri anggota DPRD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Sahabuddin, para kepala perangkat daerah, dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Najmul menyampaikan bahwa dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 telah disusun sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk mengacu pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.15.1/2105/KEUDA. Dokumen tersebut memuat gambaran menyeluruh mengenai kondisi keuangan daerah, mulai dari pendapatan, belanja, pembiayaan hingga posisi neraca pemerintah daerah.
Menurut Bupati, penyusunan laporan keuangan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada masyarakat sekaligus wujud komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kita patut bersyukur bahwa laporan ini telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Capaian tersebut menunjukkan tingkat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah yang terus terjaga dengan baik,” ujarnya.
Selain menyampaikan capaian tersebut, Bupati Najmul juga memaparkan sejumlah langkah strategis yang akan menjadi fokus kebijakan fiskal pemerintah daerah pada periode berikutnya.
Salah satu perhatian utama adalah pengelolaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) agar lebih produktif. Menurutnya, SiLPA yang berasal dari pelampauan target pendapatan maupun efisiensi belanja akan dikelola secara cermat sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi pembiayaan pembangunan daerah.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara juga berkomitmen mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkeadilan. Optimalisasi tersebut akan dilakukan tanpa menambah beban masyarakat maupun pelaku usaha.
“Iklim investasi yang kondusif akan terus kami jaga untuk mendukung pertumbuhan usaha, dengan tetap menghindari regulasi yang dapat memberatkan pelaku usaha lokal,” katanya.
Bupati juga menyoroti realisasi belanja modal yang memerlukan perhatian khusus. Pemerintah daerah, kata dia, akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap aspek perencanaan maupun pelaksanaan program agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi seluruh fraksi DPRD Kabupaten Lombok Utara yang telah memberikan berbagai masukan dalam proses pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD. Ia menilai dinamika yang terjadi selama pembahasan merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
Menurutnya, hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD selama ini telah terjalin dalam semangat kemitraan yang harmonis. Perbedaan pandangan yang muncul dalam proses pembahasan tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.
“Perbedaan pandangan yang muncul dalam setiap tahapan pembahasan merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat, yang pada akhirnya bermuara pada satu tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
Menutup penyampaiannya, Bupati Najmul berharap sinergi antara eksekutif dan legislatif terus dipertahankan sebagai modal utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, efektif, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan komunikasi yang konstruktif, saya yakin kita mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan mewujudkan Kabupaten Lombok Utara yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” pungkasnya.(D)

Tinggalkan Balasan