Lombok Tengah.mediajurnalindonesia.id.Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Mataram melaksanakan kegiatan Pilot Model Island-SECURE (Surveillance, Engagement, Communication, and Unified Response for Emergencies) di Kabupaten Lombok Tengah.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara FKIK Universitas Mataram, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Emory University, serta Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan dan menguji model pengawasan kesehatan terpadu, kesiapsiagaan komunikasi risiko, serta keterlibatan masyarakat (Risk Communication and Community Engagement/RCCE) dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan kesehatan.

Dekan FKIK Universitas Mataram, Dr. dr. Arfi Syamsun, Sp.KF., M.Si.Med., melalui surat resmi yang ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, menyampaikan permohonan dukungan dan fasilitasi pelaksanaan program yang dijadwalkan berlangsung mulai 21 Juni hingga 31 Juli 2026 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah.

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi orientasi peserta, pengumpulan data lapangan, wawancara dengan para pemangku kepentingan, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), analisis data, hingga presentasi hasil kegiatan.

Untuk mendukung kelancaran program, pihak penyelenggara mengharapkan dukungan dari Dinas Kesehatan berupa penerimaan dan orientasi peserta, penyediaan informasi terkait sistem surveilans dan kesiapsiagaan wabah, fasilitasi koordinasi dengan pihak-pihak terkait, serta kesediaan menerima presentasi hasil kegiatan pada akhir program.

Program ini melibatkan mahasiswa dari Emory University dan Universitas Mataram, yaitu Zara Bedella, Margaret Hannah O’Leary, Semuel Bonai, Edi Sahroji, dan Laidy Nantiya Putri Pasingingan. Mereka akan didampingi oleh pembimbing lapangan Dr. Astri Ferdiana, MPH., Ph.D., dan dr. Muthia Cenderadewi, MPHTM., Ph.D.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun model pengawasan kesehatan yang lebih efektif dan terintegrasi, sekaligus memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi berbagai potensi kedaruratan kesehatan melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah dr.Mamang Bagiansyah.Sp,PD.,kepada mediajurnalindonesia, Rabu (24/6/2026) menjelaskan, mendukung penuh program mengembangkan model pengawasan kesehatan terpadu di Lombok Tengah.

“Kami bangga Lombok Tengah dipilih sebagai tempat kegiatan pengembangan dibidang kesehatan, semuanya merupakan penghargaan bagi daerah, serta kegiatan ini banyak memiliki dampak yang positif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan,” ujar Kadis Kesehatan yang juga menjabat Direktur RSUD Praya.

“Selaku Kepala Dinas tentunya berharap kepada pihak pihak terkait, untuk mendukung program pengawasan kesehatan terpadu ini, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujarnya.(Ftr).