Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id- PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Lembar mencatat tren penurunan jumlah penumpang pada arus balik Lebaran 2026 dari data produksi angkutan pada H+4 atau Kamis (26/3/2026) menunjukkan penurunan baik pada penumpang pejalan kaki maupun pengguna kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
General Manager PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Lembar, Handoyo Priyanto saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang, operasional penyeberangan di lintasan Lembar–Padangbai tetap berjalan normal, lancar, dan terkendali.
“Pada H+4 Lebaran 2026, jumlah kapal yang beroperasi di Pelabuhan Lembar tercatat sebanyak 16 unit dengan total 16 trip, sama seperti tahun 2025. Namun, jumlah penumpang pejalan kaki turun dari 735 orang menjadi 538 orang atau berkurang 26,8 persen,” jelasnya, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, jumlah penumpang dalam kendaraan juga mengalami penurunan sebesar 15,43 persen, dari 4.223 orang pada tahun 2025 menjadi 3.655 orang di tahun 2026. Kendaraan roda dua turut menurun 4,93 persen, dari 1.257 unit menjadi 1.195 unit.
Penurunan cukup signifikan juga terjadi pada kendaraan kecil yang turun 23,33 persen dari 240 unit menjadi 184 unit, serta kendaraan bus yang merosot hingga 36,84 persen dari 19 unit menjadi 12 unit.
Namun di tengah penurunan tersebut, aktivitas distribusi logistik justru menunjukkan tren positif. Kendaraan truk mengalami kenaikan sebesar 19,64 persen, dari 112 unit menjadi 134 unit.
“Peningkatan jumlah truk ini menjadi indikator bahwa distribusi barang tetap berjalan dengan baik selama arus balik Lebaran,” tambah Handoyo.
Ia memastikan kondisi operasional di Pelabuhan Lembar tetap aman dan kondusif. Cuaca terpantau cerah berawan, sistem e-tiket berjalan normal dengan dukungan jaringan internet yang stabil, serta tiga set loket cadangan disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
Selain itu, seluruh infrastruktur pendukung seperti listrik, genset, dan UPS dalam kondisi prima. Sebanyak 29 unit CCTV juga terpasang dan berfungsi optimal untuk mendukung pengawasan di area pelabuhan.
Sementara itu, kondisi operasional di Pelabuhan Padangbai juga terpantau stabil dengan jumlah kapal dan trip yang sama, yakni 16 unit kapal dengan 16 trip.
Di Padangbai, jumlah penumpang pejalan kaki tercatat turun 9,78 persen dari 624 orang menjadi 563 orang. Penumpang dalam kendaraan juga mengalami penurunan sebesar 7,31 persen dari 3.172 orang menjadi 2.940 orang.
Meski demikian, kendaraan roda dua di Padangbai mengalami kenaikan sebesar 4,05 persen dari 791 unit menjadi 823 unit. Sebaliknya, kendaraan kecil turun 21,2 persen, dan bus menurun 7,69 persen.
Kendaraan logistik kembali menunjukkan tren positif dengan kenaikan signifikan pada kendaraan truk sebesar 23,58 persen, dari 106 unit menjadi 131 unit.
Handoyo menegaskan bahwa seluruh sistem pendukung operasional di Padangbai berjalan optimal, mulai dari perangkat IT, pasokan listrik, hingga pengawasan melalui 26 unit CCTV yang aktif.
“Secara umum, kondisi pelabuhan di Padangbai normal dan lancar. Tidak ada permasalahan yang menonjol di lapangan,” pungkasnya. (Ramli MJI)








Tinggalkan Balasan