Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id –
Pemerintah Desa Sapugara Bree menggelar Berapan Kebo dalam rangka memperingati Hari Lahir Desa Sapugara Bree Ke – 21 Tahun 2024 Dengan tema Berinovasi dan Berkolaborasi Mewujudkan Desa Sapugara Bree Berjaya Dalam Bingkai Harmoni, pada minggu (13/10/2024) ,bertempat di Desa Sapugara Bree Kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat.

Kepala Desa Sapugara Bree Jamaluddin ,A.Md dalam sambutannya menyampaikan ucapan syukur alhamdulillah karna kita semua bisa mengikuti ajang balapan kebo dalam rangka menyambut hari lahir Desa Sapugara Bree yang ke -21,bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad Saw.

” Saya atas nama Pemerintah Desa Sapugara Bree mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dari kabupaten Sumbawa dan KSB yang sudah berpartisipasi kegiatan berapan kebo dalam rangka menyambut Harlah Desa Sapugara Bree yang Ke 21, selamat bertanding dan jaga sportifitas serta Kamtibmas selama kegiatan ini berlangsung, ” tutur Kades

Wakil Bupati Sumbawa Barat Fud Syaifuddin ST MM.inov membuka acara kegiatan berapan kebo dalam sambutannya menyampaikan, maulid Nabi Muhammad saw merupakan tradisi umat islam juga bertepatan dengan Harla Sapugara Bree yang ke 21 dan juga bertepatan dengan harla Kabupaten Sumbawa Barat ke 21 tahun.

” Mudah-mudahan apa yang di lakukan oleh warga Sapugara Bree yang dipimpin oleh Kepala Desa ini akan terus menjadi tradisi yang baik,dalam kita mencintai budaya kita sendiri,” terangnya akrab disapa Bang Fud.

Bang fud, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pak kades dan warga Sapugara Bree dan insyaallah tahun depan kalau tahun yang baik kita,maka berapan kebo menjadi ajang di tingkat se-pulau Sumbawa akan bertempat di Desa Sapugara Bree (sebagai tuan rumah).

“Nanti hadiahnya bisa umroh dalam memperingati harla KSB tahun 2025 mendatang,ini menjadi penyemangat warga Sapugara Bree yang selalu mencintai adat istiadatnya,mudah- mudahan dengan kita melaksanakan berapan kebo ini.Ini dalam moment pilkada kita boleh berbeda kerapannya, boleh berbeda nama Kerbaunya.Namun kita berharap saling menjaga rasa aman dan nyaman untuk kita bersama,” tuturnya

Lanjutnya,karena perbedaan itu adalah merupakan sunnahtullah,kita berharap dengan perbedaan kita tetap menjunjung tinggi adat istiadat dan budaya kita tau samawa,sepert kita laksanakan pada hari ini yaitu berapan kebo.

” Harapannya di moment 21 tahun Desa Sapugara Bree menjadi motivasi bagi pak kades dan perangkatnya serta seluruh masyarakatnya untuk berbenah, Kabupaten juga akan berbenah di usianya 21 tahun.Desa Sapugara Bree terus berbenah ini memiliki sejarah,ini tanahnya undur sebagai pejuang yang tidak mau dikalahkan dan tidak terkalahkan karena tidak mau dijajah,” ungkapnya

Ini merupakan tradisi dalam berapan kebo baik kalah maupun menang,kita tetap aman dan guyub tidak ada pertengkaran di antara satu dengan yang lainnya.” Saya mengucapkan selamat bagi yang sebagai joki menjadi juara nantinya,namun yang paling penting guyub kita dan kebersamaan kita bersama” tuturnya. (Rozak)