Sidoarjo,Mediajurnalindonesia.id – BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyaraka) – Kemdikbudristek telah mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diajukan dosen-mahasiswa Umsida (Universitas Muhammadiyah Sidoarjo) dan Unhasy (Universitas Hasyim Asy’ari) Tebu Ireng Jombang. Ini adalah kegiatan multi tahun memasuki tahun kedua. Salah satu dukungannya adalah dengan pengembangan seni karawitan khas Sidoarjo di Dekesda (Dewan Kesenian Sidoarjo).

Ketua tim pengabdian “Science Techno Park: Pengembangan Seni Bagi 1000 Warga Sidoarjo” Dr. Vidya Mandarani mengatakan bahwa “Di tahun kedua ini kami mengajukan pengadaan seperangkat alat musik gamelan dan memberikan pelatihan pengembangan seni, Alhamdulillah kini sudah terlaksana dan kegiatan latihan dan pertunjukan karawitan rutin dan semarak.” Ia menambahkan “Harapan kami generasi muda yang sekarang berlatih musik karawitan ini selanjutnya dapat mengembangkan pertunjukan Wayang Kulit Gagrak Porongan yang merupakan wayang khas asli Sidoarjo.”

Sementara itu Joko Susilo ketua Paguyuban Karawitan Sri Kahuripan menjelaskan “Paguyuban kami ini baru terbentuk sejak dosen-dosen Umsida menghibahkan gamelan di Dekesda, mulai bulan Juli kami rutin berlatih dengan pengajar Ki Suwarmin dan sudah beberapa kali membuat pertunjukan, terakhir pertunjukan kami lakukan pada Bancaan Gamelan 21 Agustus di Panggung Dardanella Dekesda.”

Panggung Dardanella adalah hasil karya pengabdian mmasyarakat yang telah diselesaikan kelompok dosen di atas pada tahun kesatu 2023. Pada tanggal 21 Agustus itu bukan hanya Paguyuban Karawitan Sri Kahuripan yang tampil di panggung itu, tetapi ada 4 kelompok karawitan dari pelbagai generasi: Paguyuban Sekar Kawedar, Paguyuban Aksayapatra, juga paguyuban karawitan SMP 5 Sidoarjo.

Berkat dukungan BIMA dan dosen-dosen Umsida-Unhassy (Vidya Mandarani, Ali Akbar, Detak Prapanca, dan Raras Havidasari) kegiatan seni bersama Dewan Kesenian Sidoarjo semakin semarak dan berkembang. Tiap hari Dewan Kesenian Sidaorjo selalu ramai dengan kegiatan seni juga pengunjung. Bukan hanya di Dekesda saja tetapi kegiatan seni juga dilakukan di pelbagai tempat strategis di Sidoarjo. Gelaran 1000 Warga Sidoarjo Nembang Macapat telah dilakukan pada awal Agustus di SMK 10 November dan mendapatkan support yang sangat baik dari Yayasan Purnama. Bulan September ini akan digelar “Festival Munali Patah” Dekesda di Desa Banjar Kemantren, Buduran – Sidoarjo.(js/msa)