Ragam Informasi
Trending

Kapolresta Sidoarjo Resmikan Gereja Oikumene

SIDOARJO.Mediajurnalindonesia.id-Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro meninjau sekaligus meresmikan Gereja Oikumene yang bersanding dengan Pura Kertha Bumi Bhayangkara di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (16/3/2023).

“Selain ada Masjid Al Ikhlas, Pura Kertha Bumi Bhayangkara kini satu lagi tempat ibadah bagi umat Kristen di Mapolresta Sidoarjo Gereja Oikumene. Ini merupakan cerminan dari menjaga kerukunan antar-umat beragama di wilayah kita. Nantinya tidak hanya anggota Polri maupun ASN yang dapat beribadah di sini, masyarakat umum juga kami persilahkan,” kata Kapolresta Sidoarjo.

Harapannya keberadaan tempat-tempat ibadah itu, dapat menjadi landasan bagi diri anggota untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Sehingga dalam melaksanakan tugas maupun tanggung jawab, dengan lbdasan nilai-nilai agama dapat mencegah terjadinya pelanggaran.

“Peningkatan nilai-nilai iman dan takwa bagi anggota sangat penting. Karena hal ini modal dasar pelaksanaan tugas kita untuk menjaga stabilitas kamtibmas tetap aman dan kondusif,” lanjutnya.

BACA JUGA   Pabrik Energi Terbarukan Pertama di Indonesia Mulai Dibangun, Komitmen NTB Dalam Pelestarian Lingkungan

Dengan diresmikannya Gereja Oikumene, mendapatkan apresiasi dari salah satu tokoh agama. Seperti diutarakan Pendeta Samuel, segala macam tugas dan tanggung jawab tidak mudah terlaksana dengan baik bila tanpa dilandasi nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.

Baksos dan Bakti KesehatanSementara itu terkait peduli sosial serta kesehatan masyarakat, polisi gelar bakti sosial, vaksinasi Covid-19, pengobatan dan pengecekan kesehatan gratis di Desa Tambak Rejo, Krembung, Kamis (16/3/2023).

Pada kesempatan ini, Polresta Sidoarjo bersama Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Forkopimka Krembung dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sidoarjo, juga menyosialisasikan program pemerintah dalam rangka mencegah gangguan tumbuh kembang anak atau stunting.Sosialisasi program pemerintah pusat guna mewujudkan tahun 2024 bebas dari stunting pada anak melalui sosialisasi dan edukasi asupan gizi, pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.

Seperti disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro pada puluhan ibu hamil yang hadir. Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama masa kehamilan yang kurang bergizi.

BACA JUGA   Talkshow Literasi Digital Milenial Korem 162/WB, Diapresiasi Polda NTB

“Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Inilah yang harus bersama-sama kita cegah. Mulai dari pemerintah, TNI, Polri sampai tingkat desa turun mensosialisasikannya secara masif,” ungkap Kapolresta Sidoarjo.

Di akhir acara, polisi bersama Forkopimka Krembung dan IJTI membagikan 200 paket sembako kepada warga setempat.

Terkait acara ini, Camat Krembung Dana Riawati mengapresiasi upaya TNI-Polri yang peduli akan kesehatan masyarakat. Terutama penanggulangan pencegahan stunting pada anak. Ia mengimbau masyarakat, terutama ibu hamil agar menghindari makanan instan atau mengandung banyak monosodium glutamate (MSG), mulailah sejak dini konsumsi makanan bergizi. (NitAlim)

Artikel Lainnya

Back to top button