Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH. Ibnu Khalil, S.Ag., M.Pd.I, menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kegiatan tersebut berlangsung di Restoran Ujung Landasan, By Pass Lombok Barat, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari tim sukses, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta kaum perempuan dari berbagai wilayah di Lombok Barat. Acara tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahmi dalam momentum bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, TGH. Ibnu Khalil yang juga merupakan anggota DPD RI Komite III yang membidangi urusan desa, pemerintahan daerah, dan keuangan daerah, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai sarana mempererat persatuan di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa sebagai wakil daerah di tingkat pusat, dirinya memiliki kewajiban untuk terus menjalin komunikasi dengan masyarakat, tidak hanya menjelang pemilu tetapi secara berkelanjutan.
“Silaturahmi ini penting untuk kita jaga. Tidak harus menunggu momentum pemilu. Bahkan kalau kita tidak lagi menjadi dewan sekalipun, silaturahmi harus tetap berjalan. Dari silaturahmi inilah kita bisa berbagi informasi, meluruskan isu-isu yang keliru, serta mencari solusi dari berbagai persoalan yang muncul di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, di era media sosial saat ini, seringkali muncul perbedaan pandangan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Karena itu, pertemuan langsung melalui silaturahmi menjadi cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan perbedaan tersebut.
“Kalau hanya lewat grup WhatsApp atau media sosial, seringkali sulit menyelesaikan masalah. Tapi kalau kita bertemu langsung, duduk bersama, insyaAllah lebih mudah mencari solusi atau win-win solution,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa nilai silaturahmi juga sejalan dengan semangat empat pilar kebangsaan, khususnya dalam menjaga persatuan Indonesia.

Dalam kesempatan itu, TGH. Ibnu Khalil juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah atau persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menjelaskan bahwa dalam pandangan ulama, persaudaraan terbagi dalam tiga bentuk utama, yakni ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sebangsa dan setanah air), serta ukhuwah basyariyah atau insaniyah (persaudaraan sesama manusia).
Menurutnya, umat Islam harus mampu menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah, baik yang datang dari dalam maupun luar.
“Kita harus berhati-hati terhadap berbagai propaganda yang bisa memecah persatuan umat. Selama seseorang masih mengucapkan laa ilaha illallah Muhammadur Rasulullah, maka dia adalah saudara kita yang harus kita jaga persaudaraannya,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya. Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa dan keberagaman yang besar, Indonesia tetap bisa hidup damai karena menjunjung tinggi nilai toleransi.
“Indonesia ini terdiri dari banyak suku, agama, bahasa, dan budaya. Namun kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Itulah makna Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus kita rawat bersama,” katanya.
TGH. Ibnu Khalil juga menekankan bahwa Islam mengajarkan nilai rahmatan lil ‘alamin, yakni membawa kedamaian dan kebaikan bagi seluruh umat manusia. Karena itu, umat Islam diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga toleransi dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, ia berharap nilai-nilai empat pilar kebangsaan dapat semakin dipahami dan diimplementasikan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Perbedaan adalah sunatullah yang tidak bisa dihindari. Namun dengan musyawarah, silaturahmi, dan saling menghormati, kita bisa menjaga persatuan dan membangun bangsa ini bersama-sama,” pungkasnya. (Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan