Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id- Pemerintah Desa Maluk, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah menyelenggarakan Hari Lahir (Harla) ke-22 dengan tema “Bersama kita wujudkan Desa Maluk Bersih, Sejahtera, Aman, Rapi dan Harmonis (Bersejarah)”. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 20 September 2025, di lapangan Voli Dusun Maluk Tengah Desa Maluk.
Sekretaris Desa Maluk, Syahratul Nur, S.Pd, menjelaskan bahwa Harla ke-22 diperingati sebagai peringatan sejarah dan juga sebagai pendorong semangat gotong royong serta kebersamaan warga. Kegiatan ini bertujuan untuk merayakan identitas desa, mempererat hubungan sosial, dan menginspirasi warga agar aktif dalam pembangunan desa.
Sekdes Maluk Syahrtul Nur, S.Pd menjelaskan, apa yang telah disampaikan oleh ketua LATS Kecamatan Maluk, Junaedi Rayes, adalah sejarah singkat Desa Maluk. Desa ini berawal dari sebuah dusun terisolasi di Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa, dengan transportasi utama menggunakan kuda. Lokasi awal Maluk berada di “otak keris” yang kini menjadi lokasi Smelter. Pada masa itu, Desa Maluk memiliki 60 Kepala Keluarga (KK) yang sangat bergantung pada hasil hutan dan laut.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa potensi Maluk menarik perhatian Fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk dinilai kelayakannya sebagai daerah transmigran. Maluk kemudian ditetapkan sebagai daerah pemukiman kembali penduduk (resettlement) sesuai dengan Instruksi Menteri Nomor 7 Tahun 1972.
Acara Harla ke-22 Desa Maluk juga dimeriahkan dengan partisipasi masyarakat dari berbagai tingkatan, mulai dari TK, SMK, hingga dewasa, yang menampilkan berbagai kesenian dan hiburan daerah. Persiapan acara telah dilakukan selama seminggu penuh.
“Terimakasih atas penampilan terbaik dari anak- anak binaan desa maluk (gong genang).TK Islam Al-falah Desa maluk.SDN 01. SDN 02. SMK 01 Maluk.Lats Kecamatan Maluk. KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan).Flobamora ( Flores Sumba Timur dan alor)” Ucap Sekdes (Rozak)
