Lombok Utara.Mediajurnalindonesia.id– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengapresiasi pelaksanaan Gerakan Wisata Bersih yang digelar di kawasan Gili, Jumat (25/4/2024). Kegiatan ini dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan NTB yang Makmur dan Mendunia.
Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Maladi, menyebutkan bahwa pemilihan Gili sebagai lokasi kegiatan merupakan langkah strategis. Menurutnya, kawasan tiga Gili memiliki daya tarik besar dan terus menunjukkan perkembangan positif di sektor pariwisata.
“Berdasarkan survei situs pariwisata internasional di Amerika, Lombok kini berada di peringkat pertama destinasi wisata dunia. Namun, pencapaian ini harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang baik, khususnya dalam hal pengendalian sampah,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya telah menerapkan larangan membawa botol plastik bagi para pendaki Gunung Rinjani sejak awal April. Kebijakan serupa, kata Jamaluddin, akan diterapkan pula di kawasan Gili.
“Kami ingin menciptakan lingkungan wisata yang bersih dan ramah lingkungan. Sampah plastik tidak boleh lagi menjadi pemandangan umum di destinasi unggulan kami,” tambahnya.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalalhadi Syamsuri, ST., MT., menambahkan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak lepas dari dukungan infrastruktur serta sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Ia juga menyinggung tantangan perizinan di kawasan Gili yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sekaligus wilayah konservasi.
“Hampir 70 persen aktivitas ekonomi masyarakat Lombok Utara terpusat di Gili. Karena itu, pembenahan terhadap aspek keamanan, kebersihan, dan tata kelola sangat penting. Kami harap masyarakat ikut aktif menjaga kawasan ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Deputi Destinasi Wisata dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Haryanto, menekankan pentingnya menjadikan gerakan wisata bersih sebagai bagian dari budaya.
“Menjaga kebersihan adalah bagian dari merawat destinasi. Ini merupakan pilar utama pariwisata berkelanjutan yang terus kami dorong, apalagi di daerah seperti NTB yang memiliki potensi luar biasa,” kata Haryanto.
Gerakan Wisata Bersih di Gili diharapkan dapat menjadi contoh bagi destinasi lainnya dalam membangun pariwisata yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan.(Doel)
