JOMBANG, Mediajurnalindonesia.id – Padepokan Sapujagad yang berada di Dusun Semanding, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menjadi tempat praktik pengobatan alternatif ruqyah yang dikelola Gus Dedi Rahmat Hidayat atau yang akrab disapa Gus Dedi.
Setiap hari pelayanan, tempat tersebut didatangi pasien dari berbagai daerah. Dalam sepekan, Gus Dedi membuka pelayanan selama tiga hari, yakni Jumat, Sabtu dan Minggu.
Pasien terlebih dahulu melakukan pendaftaran mulai pukul 08.00 WIB. Selanjutnya, pelayanan dilakukan berdasarkan nomor antrean yang diterima masing-masing pasien.
Jadwal pelayanan dibedakan berdasarkan keluhan yang disampaikan pasien. Pada Jumat, pelayanan ditujukan bagi pasien dengan keluhan THT, mata serta anak-anak, termasuk anak hiperaktif dan terlambat bicara.
Sementara pada Sabtu, pelayanan diperuntukkan bagi keluhan nonmedis dan lambung. Sedangkan Minggu melayani pasien yang menggunakan kursi roda serta pasien dengan keluhan saraf, stroke, saraf terjepit, kebas dan keluhan lainnya.
Gus Dedi mengatakan, pelayanan pengobatan alternatif tersebut tidak memungut biaya dari pasien. Namun, pasien diminta meluangkan waktu karena proses pelayanan dilakukan hingga seluruh antrean selesai.
“Pengobatan ini tidak dipungut biaya. Pasien hanya perlu mempersiapkan waktu karena pelayanan dilakukan sampai selesai sesuai nomor antrean,” kata Gus Dedi jumat (25/9/26).

Ia menjelaskan, biaya yang perlu disiapkan pasien hanya untuk parkir kendaraan. Untuk kendaraan roda empat dikenakan biaya parkir sebesar Rp15 ribu, sedangkan sepeda motor Rp5 ribu.
Menurutnya, lokasi parkir berada di pekarangan warga sekitar sehingga biaya tersebut digunakan untuk kebutuhan parkir.
Gus Dedi menuturkan, kegiatan pengobatan alternatif tersebut telah ditekuninya sejak sekitar tahun 1990-an. Pada awalnya, masyarakat dari berbagai daerah meminta bantuan doa dari jarak jauh.
“Dulu orang dari berbagai daerah meminta doa dari jarak jauh. Saat itu belum ada telepon seluler seperti sekarang, masih menggunakan telepon Telkom,” tuturnya.
Seiring perkembangan teknologi digital, Gus Dedi kini memanfaatkan media sosial untuk menjangkau masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ruqyah dari jarak jauh. Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung melalui sejumlah platform media sosial, di antaranya TikTok, Facebook dan YouTube.
Menurut Gus Dedi, siaran langsung tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengikuti kegiatan ruqyah tanpa harus datang langsung ke Padepokan Sapujagad.
Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut dijalankan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus membantu warga sekitar yang memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan pasien, antara lain melalui usaha warung dan pengelolaan parkir.
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai jadwal dan pelayanan, dapat menghubungi admin Padepokan Sapujagad melalui nomor 0858-5729-8845.(*)

Tinggalkan Balasan