Sidoarjo, Mediajurnalindonesia.id – Dalam rangka meningkatkan kesadaran literasi anak usia dini, TK Dharma Wanita Persatuan Jimbaran Wetan bersama mahasiswa KKN Sub kelompok 2 NR 3 Jimbaran Wetan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Optimalisasi Literasi Anak Usia Dini”. Acara ini menghadirkan Bu Rizkia Dwijayanti, S.IP, M.IP sebagai narasumber utama yang membagikan wawasan tentang pentingnya mengenali potensi dan kecerdasan anak sejak usia dini.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja (proker) utama KKN Subkel 2 NR 3 Jimbaran Wetan, yang bertujuan mendampingi satuan pendidikan dalam membangun kesadaran orang tua terhadap pentingnya literasi dan pengenalan kecerdasan jamak pada anak usia dini.

Dalam sesi pemaparannya, Bu Rizkia menegaskan bahwa tidak ada anak yang bodoh. “Semua anak cerdas. Tidak ada namanya anak bodoh. Yang ada adalah orang dewasa yang belum memahami cara anak belajar. Untuk itu, saya mengajak Ibu-ibu sekalian untuk melihat dan mengenali kecerdasan anak ibu sendiri lewat kegiatan membuat APE bersama,” tutur Bu Rizkia dengan penuh semangat dan antusiasme.

Sosialisasi ini tidak hanya berisi materi teoritis, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan praktik membuat Alat Permainan Edukatif (APE) bersama anak-anak. Melalui aktivitas ini, para orang tua diajak untuk mengamati secara langsung bagaimana anak mereka bereaksi, berpikir, dan berkreasi—apakah mereka lebih menonjol dalam hal visual, linguistik, numerik, kinestetik, atau kecerdasan lainnya.

Ari Aidi Alfatoni, mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis prodi manajemen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, selaku ketua Sub kelompok 2 NR 3 Jimbaran Wetan, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak TK, tetapi juga memperkaya pengalaman mahasiswa KKN. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kolaborasi yang saling menguntungkan. Anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan, dan kami sebagai mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam penerapan inovasi sosial untuk mendukung SDGs, khususnya di bidang pendidikan berkualitas dan penguatan kapasitas masyarakat desa.”

Senada dengan hal itu, Bu Diah Puspitasari S. Sosio., M. Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) NR 3 Jimbaran Wetan, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan institusi masyarakat. “Melalui kegiatan kolaboratif seperti ini, kami melihat adanya kebermanfaatan dua arah. TK mendapat dukungan edukatif yang segar, sementara mahasiswa belajar berinteraksi dengan masyarakat secara nyata dan mengembangkan inovasi sesuai konteks lokal. Ini sejalan dengan semangat KKN tematik dalam mendukung capaian SDGs desa, terutama dalam bidang pendidikan inklusif dan inovatif.”

Anak-anak tampak antusias saat diajak membuat APE sederhana dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah. Mulai dari karton yg digunting- gunting, hingga kemeja berkancing untuk melatih fokus anak, setiap anak bebas mengekspresikan ide dan cara bermain mereka sendiri.

Lewat kegiatan ini, kami bisa melihat sisi unik dari setiap anak. Ada yang cepat menyusun pola, ada yang suka bercerita, ada juga yang aktif bergerak sambil belajar. Ini membantu kami sebagai orang tua untuk lebih memahami bagaimana mendampingi mereka belajar di rumah,” ungkap salah satu wali murid

Kegiatan ditutup dengan menempelkan APE hasil karya anak-anak sebagai media bermain dan belajar di rumah maupun sekolah, serta sesi foto bersama Bu Rizkia, guru, dan seluruh peserta.

Bu Lisupyekti, S.Pd selaku Kepala TK Dharma Wanita Persatuan Jimbaran Wetan menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan ke depannya sebagai bagian dari program penguatan literasi dan pengenalan kecerdasan jamak anak usia dini.(dp/msa)