Mataram. Mediajurnalindonesia.id – Pada tanggal 1 Mei 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat menggelar konferensi pers di Aula Unit Pelaksana Teknis (UPT) Haji, membahas persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 1446 H / 2025 M di Embarkasi Lombok. Acara ini menjadi momen penting untuk menyampaikan informasi terkini mengenai kuota, kesiapan jamaah, dan berbagai langkah strategis dalam menyambut keberangkatan jamaah dari wilayah NTB.
Dalam konferensi tersebut, Lalu Muhammad Amin, Kasubbag Haji, menyampaikan bahwa kuota jamaah haji dari NTB tahun ini sebanyak 4.499 orang. Rinciannya meliputi 4.230 jamaah reguler, 225 jamaah lansia, serta petugas haji daerah dan Petugas Pelayanan Haji Indonesia (PPIH) sebanyak 8 orang. Hingga saat ini, pelunasan tahap pertama telah dilakukan oleh 3.594 jamaah, tahap kedua oleh 425 jamaah, dan pelunasan dari cadangan sebanyak 670 orang. Secara total, sebanyak 8.633 jamaah telah melunasi seluruh biaya dan siap berangkat.
Salah satu kabar baik disampaikan bahwa seluruh jamaah dari Lombok Barat untuk kloter pertama telah tiba di Asrama Haji Lombok sekitar pukul 06.00 WIB. Jumlah jamaah dari Lombok Barat mencapai 393 orang, termasuk 286 jamaah dan 8 petugas. Dari segi gender, jamaah laki-laki sebanyak 209 orang (sekitar 54,4%) dan perempuan sebanyak 175 orang (sekitar 45,6%). Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan jamaah lansia, strategi prioritas diberikan dengan menempatkan mereka di lantai bawah asrama. Di antara jamaah lansia, terdapat beberapa yang berusia sangat tua, termasuk tiga jamaah berusia 90 tahun dari Lombok Barat dan Lombok Tengah. Sementara itu, jamaah termuda adalah Ahmad Ali bin Mansour, 21 tahun, dari Jembatan Kembar, Lombok Barat.
Jamaah dari Lombok Barat dijadwalkan akan diberangkatkan ke Madinah pada 2 Mei 2025 pukul 01.50 WIB menggunakan pesawat Garuda GA 51. Pelepasan resmi akan dilakukan di Aula Bir Ali sekitar pukul 09.00-10.00 malam hari ini. Pengantaran jamaah menuju bandara akan dilakukan dengan bus ganda dan diharapkan tiba tepat waktu untuk proses keberangkatan.
Aspek kesehatan menjadi prioritas utama dalam persiapan keberangkatan jamaah. Suparlan, perwakilan dari Karantina Kesehatan, menyampaikan bahwa tim medis dari Kementerian Kesehatan dan Kemenag telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 390 jamaah dari Lombok Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 15,4% jamaah memiliki risiko tinggi, mayoritas disebabkan oleh faktor usia di atas 60 tahun dan kondisi penyakit tertentu. Meski demikian, tidak ada jamaah yang harus dirujuk ke rumah sakit. Sebanyak 24 jamaah menjalani pemeriksaan tambahan dan kunjungan klinik, menunjukkan kesiapan jamaah secara kesehatan. Sebagian besar jamaah, sekitar 71%, dinilai layak dan tetap akan berangkat, sementara sisanya memenuhi syarat kesehatan untuk melaksanakan ibadah haji.
Mengakhiri konferensi pers, Kantor Wilayah Kemenag NTB mengirimkan doa agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan selama menjalankan ibadah haji. Mereka juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan fisik jamaah dalam menunaikan rukun Islam yang kelima ini.
Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini di NTB menunjukkan kesiapan yang cukup matang dari berbagai pihak, mulai dari aspek administrasi, logistik, hingga kesehatan. Dengan koordinasi yang baik dan persiapan yang matang, diharapkan seluruh proses keberangkatan berjalan lancar dan jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan khusyuk dan penuh rasa syukur. Semoga jamaah yang berangkat mendapatkan haji mabrur. Tutupnya. (Ramli Mji)
