LOMBOK BARAT, Mediajurnalindonesia.id- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Barat menyalurkan bantuan Gerobak Produktif kepada puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program “Lombok Barat Makmur”.

Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi produktif bagi penerima manfaat zakat.

Tidak hanya mendapatkan gerobak usaha, para penerima juga memperoleh bantuan tambahan modal usaha sebesar Rp1,5 juta. Sementara nilai masing-masing gerobak mencapai sekitar Rp6,5 juta.

Dengan demikian, total nilai program Gerobak Produktif yang bersumber dari Baznas Lombok Barat mencapai sekitar Rp500 juta, dengan sasaran sebanyak 62 penerima manfaat. Selain itu, Baznas Provinsi NTB turut memberikan bantuan sebanyak 20 gerobak, sehingga total bantuan gerobak yang disalurkan mencapai 82 unit.

Asisten III Setda Lombok Barat, Fauzan Husnaidi, dalam sambutannya mengatakan, bantuan tersebut tidak boleh hanya dipandang sebagai pemberian gerobak semata. Di balik bantuan itu terdapat harapan agar para penerima mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga melalui usaha yang dijalankan.

“Jangan dilihat hanya bentuknya gerobak saja. Di dalamnya ada harapan, ada doa dan ada impian. Bagaimana ikhtiar ini bisa mengangkat kehidupan keluarga kita dan meningkatkan posisi kita di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, Baznas, perangkat daerah, dunia usaha serta seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mempercepat peningkatan kesejahteraan.

“Kita tidak akan tinggal diam dan tidak akan berdiri sendiri. Semua harus terkoneksi dan bersinergi sehingga persoalan yang menjadi pekerjaan rumah di masyarakat dapat kita selesaikan bersama,” katanya.

Fauzan berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga penerima manfaat tidak selamanya berada pada posisi sebagai penerima zakat atau mustahik, tetapi mampu berkembang menjadi muzakki, yakni orang yang nantinya dapat menyalurkan zakat.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Lombok Barat, TGH. Muhammad Taisir, Lc.,MA. menjelaskan bahwa program Gerobak Produktif merupakan bagian dari upaya Baznas melakukan transformasi ekonomi masyarakat penerima zakat.

“Semua ini dalam rangka mempercepat transformasi dari mustahik menjadi muzakki. Dari mustahik naik menjadi mungiq, kemudian menjadi muzakki. Jadi bukan hanya sekadar pemerataan, tetapi kesejahteraan ini betul-betul bisa diraih bersama,” jelasnya.

TGH. Taisir mengatakan, dalam menentukan penerima bantuan, Baznas bekerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Sosial, serta Dukcapil. Penerima diprioritaskan berdasarkan tingkat kesejahteraan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Penerima manfaat ini kita prioritaskan dari desil satu sampai desil empat, supaya program ini betul-betul tepat sasaran dan diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia menambahkan, program Gerobak Produktif Baznas Lombok Barat tahun ini memiliki target anggaran sekitar Rp500 juta untuk 62 penerima manfaat.

Program tersebut, kata TGH. Taisir, diharapkan dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang karena menjadi salah satu instrumen Baznas dalam membantu pemerintah daerah mengurangi angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan program seperti ini tetap ada dan terus dilanjutkan dalam rangka membantu pemerintah daerah mempercepat pengentasan kemiskinan di Lombok Barat,” harapnya.

Di sisi lain, Asisten III juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan kondusivitas daerah, terlebih Kabupaten Lombok Barat dalam waktu dekat akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan aman, tertib dan demokratis sehingga masyarakat tetap menjaga persaudaraan dan tidak terpecah karena perbedaan pilihan.

“Lombok Barat ini bukan milik sebagian orang dan bukan hanya milik pemerintah. Lombok Barat adalah milik kita bersama. Mari kita jaga agar tetap aman, sehingga kita bisa bersama-sama mewujudkan Lombok Barat yang bahagia dan makmur,” pungkasnya. (Ramli Mji)