Lombok Tengah. mediajurnalindonesia.id.Setelah mengabdikan diri selama kurang lebih 35 tahun sebagai Kepala Dusun (Kadus) Barejulat Desa Barejulat Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, H. Tahri menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Barejulat. Keputusan tersebut diambil dengan membawa semangat untuk melanjutkan pengabdian sekaligus mendorong perubahan dan perbaikan dalam berbagai sektor pembangunan di Desa Barejulat.
Pengalaman panjang sebagai perangkat kewilayahan menjadi modal utama H. Tahri untuk memahami secara langsung kondisi masyarakat. Selama puluhan tahun menjalankan tugas sebagai Kadus, ia berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat dan mengetahui secara dekat persoalan serta kebutuhan warga di tingkat bawah.
Menurut H. Tahri, niat maju sebagai calon Kepala Desa Barejulat bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. Keputusan tersebut didasari keinginan untuk memberikan pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat dan ikut membawa desa ke arah yang lebih baik.
“Selama 35 tahun saya dipercaya dan diberikan kesempatan untuk mengabdi sebagai kepala dusun. Pengalaman itu membuat saya semakin memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.Sekarang saya ingin melanjutkan pengabdian ini pada tingkat yang lebih luas,” ungkap PLT Kades Barejulat, kepada media, Kamis (10/9/2026).
Ia menegaskan, perubahan yang ingin dilakukan bukan berarti mengabaikan program maupun capaian yang telah berjalan. Sebaliknya, berbagai hal positif yang sudah ada akan tetap dipertahankan dan dikembangkan, sementara sejumlah kekurangan akan menjadi bahan evaluasi untuk diperbaiki.
H.Tahri juga menilai bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, transparansi pemerintahan, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi warga merupakan bagian penting yang harus mendapat perhatian.
“Desa harus menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan merasakan manfaat pembangunan secara langsung. Karena itu, jika diberikan amanah, saya ingin pemerintahan desa berjalan secara terbuka, mengutamakan kepentingan masyarakat dan melibatkan warga dalam menentukan arah pembangunan,” kata PLT Kades selama 1 tahun.
Dengan pengalaman puluhan tahun di tengah masyarakat, H. Tahri berharap dapat membangun komunikasi yang lebih kuat antara pemerintah desa dan warga. Ia juga ingin memastikan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan.
Baginya, seorang kepala desa harus mampu menjadi pelayan masyarakat, bukan hanya sebagai pemimpin administratif. Kepala desa juga dituntut mampu mendengar keluhan warga, mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk kemajuan desa.
H.Tahri mengajak seluruh masyarakat Barejulat untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif dalam setiap tahapan pemilihan kepala desa. Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi dengan dewasa.
“Saya ingin proses ini menjadi momentum bagi kita semua untuk menentukan masa depan Barejulat. Siapa pun yang nantinya mendapat amanah harus kita dukung bersama demi kemajuan desa,” ujarnya.
Dengan bekal pengalaman 35 tahun sebagai Kadus dan kedekatan dengan masyarakat, H. Tahri kini membawa harapan untuk melakukan perubahan di Desa Barejulat. Pencalonannya menjadi bagian dari ikhtiar untuk melanjutkan pengabdian dan mewujudkan pemerintahan desa yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(Ftr).

Tinggalkan Balasan