Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Ribuan peserta dari berbagai kalangan memeriahkan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-XII yang berlangsung di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Tanjung, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian MTQ tingkat kabupaten sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan toleransi antarumat beragama.

Peserta pawai terdiri atas kafilah dari seluruh kecamatan, pelajar, pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah KLU, serta berbagai organisasi keagamaan. Mereka tampil dengan mengenakan busana muslim dan membawa atribut masing-masing kafilah, sehingga menambah semarak suasana kegiatan.

Pawai secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri. Pelepasan tersebut disaksikan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah KLU Sahabudin, para staf ahli bupati, asisten sekretariat daerah, serta kepala perangkat daerah.

Dalam arahannya sebelum melepas peserta, Kusmalahadi mengatakan, Pawai Ta’aruf merupakan penanda dimulainya pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten. Ia mengapresiasi antusiasme berbagai elemen masyarakat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Antusiasme peserta luar biasa. Tidak hanya peserta MTQ, tetapi perangkat daerah dan pelajar juga ikut serta dalam Pawai Ta’aruf ini,” ujarnya.

Kusmalahadi juga mengingatkan para pendamping, terutama dari masing-masing kecamatan, agar memastikan keselamatan peserta selama mengikuti pawai. Ia meminta seluruh peserta mengikuti barisan yang telah ditentukan dan berjalan dengan tertib.

“Kepada para pendamping, khususnya dari kecamatan, tolong pastikan keselamatan anak-anak kita di jalan. Barisan sudah ditentukan, silakan berjalan dengan rapi. Mudah-mudahan semuanya kembali dengan selamat,” katanya.

Lebih lanjut, Kusmalahadi menegaskan bahwa Pawai Ta’aruf tidak sekadar menjadi kegiatan pembuka MTQ, tetapi juga menghadirkan tontonan positif bagi masyarakat sekaligus mencerminkan identitas Lombok Utara sebagai daerah yang religius dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.

Menurut dia, nilai kebersamaan tersebut terlihat dari keterlibatan masyarakat dengan latar belakang yang beragam, termasuk warga dari agama lain yang turut memeriahkan kegiatan.

“Keikutsertaan anak-anak dari agama lain, termasuk teman-teman Hindu yang turut memeriahkan pawai, menunjukkan indahnya kebersamaan kita,” ujarnya.

Partisipasi lintas agama tersebut menjadi gambaran bahwa kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Lombok Utara.

Melalui pelaksanaan MTQ ke-XII, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap syiar Islam semakin meningkat dan nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di Bumi Tioq Tata Tunaq.(D)