
Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, masih mengupayakan penyelesaian sejumlah kebutuhan kontingen daerah setelah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB.
Kepala Bidang Olahraga Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Murahadi, mengatakan sebagian kebutuhan kontingen telah diselesaikan bersama pihak rekanan. Namun, sejumlah komponen pembayaran masih dalam proses, antara lain sepatu atlet dan uang training camp (TC).
“Pembayaran atribut sudah ditangani oleh rekanan. Tinggal sepatu saja yang belum dibayar,” kata Murahadi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Murahadi, kebutuhan anggaran untuk keikutsertaan kontingen Lombok Utara dalam Porprov sebelumnya telah disiapkan. Namun, proses pencairan tahap pertama mengalami kendala pada pengajuan melalui KONI Provinsi NTB.
Kondisi tersebut membuat sebagian kebutuhan pembiayaan harus diarahkan untuk diselesaikan melalui perubahan anggaran.
Murahadi menyebutkan, kebutuhan yang masih menunggu proses pencairan mencapai sekitar Rp900 juta. Anggaran tersebut antara lain mencakup uang TC atlet yang nilainya sekitar Rp303 juta.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala dinas untuk sama-sama mencari dana talangan,” ujar Murahadi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sejak awal telah memberikan dukungan terhadap keikutsertaan kontingen dalam Porprov NTB. Menurut dia, kendala yang terjadi lebih berkaitan dengan proses pencairan dan mekanisme penganggaran.
“Pak Bupati sudah luar biasa menyiapkan dana untuk mengikuti Porprov, hanya saja terkendala pencairan,” katanya.
Dikbudpora KLU berharap seluruh proses pembayaran dapat segera diselesaikan sehingga tidak mengganggu kewajiban kepada pihak-pihak yang telah mendukung kebutuhan kontingen selama pelaksanaan Porprov NTB.
Selain penyelesaian kebutuhan saat ini, Murahadi berharap mekanisme perencanaan pembiayaan untuk kegiatan olahraga berskala besar dapat diperbaiki. Perencanaan anggaran dinilai perlu dilakukan lebih matang agar kebutuhan pembiayaan dan mekanisme pencairan dapat berjalan lebih optimal.
“Harapannya semoga tidak terulang kembali. Harus direncanakan betul, dan dana besar untuk penyelenggaraan event besar harus dihibahkan,” pungkasnya.(D)

Tinggalkan Balasan