Lombok Barat, NTB, Mediajurnalindonesia.id– Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar zikir dan doa bersama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat, Jumat (14/8/2026), menjadi momentum refleksi sekaligus ikhtiar bersama untuk menghadapi berbagai persoalan yang tengah dihadapi daerah.
Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, dalam sambutannya mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan kondisi yang sedang dihadapi sebagai pelajaran berharga. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, komitmen, serta kesadaran seluruh aparatur dalam membangun Lombok Barat yang maju, mandiri, dan bersih.
“Saat ini kita sedang menerima musibah yang cukup besar, tetapi menurut saya ini adalah pelajaran yang sangat berharga untuk kita semua. Mari kita bersama-sama membangun Lombok Barat yang maju dan mandiri. Ini membutuhkan komitmen, kesadaran dan kebersamaan kita semua,” ujar Nurul Adha.
Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menghadapi situasi yang tidak mudah, termasuk adanya pemanggilan untuk memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum. Nurul Adha mengakui situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran, kecemasan dan rasa takut.
Namun, ia mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan agar tetap tenang dan bekerja sesuai aturan.
“Kalau kita berada dalam pekerjaan yang mungkin berisiko, tetapi kita tetap aman dalam aturan, maka tidak ada yang harus kita khawatirkan,” tegasnya.
Nurul Adha juga mengajak seluruh jajaran Pemkab Lombok Barat untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan maupun kekhawatiran akibat kondisi yang terjadi. Ia mengakui suasana pemerintahan saat ini terasa berbeda, terutama setelah berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini.

“Biasanya acara-acara seperti ini kami bersama-sama. Tiba-tiba harus saya yang ada di depan. Ada rasa yang hilang, ada sesuatu yang hilang, dan suasananya berubah. Tetapi ini bagian dari takdir Allah yang luar biasa maknanya bagi kita semua. Takdir Allah tidak bisa kita tolak dan tidak bisa kita cegah,” katanya.
Karena itu, ia menyerukan agar seluruh elemen pemerintahan kembali menyatukan semangat dan tekad untuk melewati masa sulit tersebut.
“Kita harus kuat bersama-sama melalui badai ini. Kita akan bisa menjadikan Kabupaten Lombok Barat yang kokoh dan mampu melayani masyarakat,” ujarnya.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini, Pemkab Lombok Barat memilih zikir dan doa bersama sebagai salah satu kegiatan utama.
Nurul Adha mengatakan, keputusan tersebut diambil bersama jajaran pemerintah daerah karena doa diyakini menjadi salah satu kekuatan penting dalam menghadapi situasi yang sedang terjadi.
“Saya sangat yakin bahwa doa ini adalah kekuatan untuk kita semua. Mari kita berpikir, memohon ampun kepada Allah SWT, sungguh-sungguh bertobat dan melangitkan permohonan kita. Insya Allah, Allah akan menurunkan kekuatan dan keberkahan untuk masyarakat Lombok Barat,” tuturnya.
Ia menambahkan, rangkaian peringatan HUT RI akan dilanjutkan dengan upacara pada 17 Agustus. Setelah upacara, pemerintah daerah juga akan menggelar dialog kebangsaan bersama kepala OPD, tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Nurul Adha juga menegaskan bahwa Lombok Barat bukan milik kelompok atau individu tertentu, melainkan rumah besar yang harus dijaga bersama.
“Lombok Barat ini adalah milik kita bersama. Lombok Barat bukan milik perorangan, bukan milik bupati atau wakil bupati, tetapi Lombok Barat adalah rumah besar kita bersama yang harus kita jaga,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa amanah sebagai wakil bupati yang kini dijalankannya merupakan bagian dari takdir yang harus diterima dengan penuh tanggung jawab.
Nurul Adha mengaku tidak pernah membayangkan berada dalam situasi seperti saat ini. Namun, kondisi tersebut justru menjadi proses pembelajaran yang membuatnya harus lebih cepat dalam berpikir, bersikap, serta mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin.
“Mudah-mudahan Allah kuatkan saya bersama Bapak dan Ibu semua. Saya ingin menjadi pemimpin yang banyak mendengar, mendengar suara hati masyarakat dan tokoh masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Nurul Adha mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah bersama-sama keluar dari situasi sulit dan membangun pemerintahan yang bersih, transparan serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia juga meminta agar tidak ada lagi praktik atau perilaku aparatur yang mengatasnamakan pimpinan untuk kepentingan tertentu, termasuk menjanjikan jabatan kepada pihak-pihak tertentu.
“Jangan ada lagi seloroh-seloroh di luar sana bahwa ini adalah kutukan untuk Lombok Barat. Kutukan itu tidak ada. Kita bisa keluar dari ini dengan tekad bersama,” katanya.
“Kita bangun Lombok Barat yang bersih, termasuk birokrasi yang bersih. Saya berharap tidak ada lagi kepala OPD yang mengatasnamakan saya untuk meminta ini dan itu, mengatasnamakan saya untuk menjanjikan jabatan dan sebagainya. Saya ingin kita bersama-sama kuat, menghadirkan pemerintah yang bersih dan pemerintah yang mampu melayani rakyatnya,” sambung Nurul Adha.
Ia berharap zikir dan doa bersama tersebut menjadi titik awal bagi seluruh jajaran pemerintahan untuk melakukan introspeksi, memperkuat integritas dan kembali memusatkan perhatian pada kepentingan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan keikhlasan hati Bapak dan Ibu yang berdoa hari ini dan mendoakan seterusnya, Allah betul-betul menurunkan keberkahan untuk masyarakat Lombok Barat. Mari kita bersama-sama keluar dari musibah ini,” pungkasnya.(Ramli Mji)

Tinggalkan Balasan