Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – DPRD Kabupaten Sumbawa Barat melalui Panitia Khusus (Pansus) menyampaikan laporan hasil pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna.
Ketua Pansus, Norvie Apriansyani, S.T., M.A., menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan secara internal berdasarkan keputusan DPRD, dengan fokus pada analisis dokumen serta sinkronisasi data melalui konsultasi di tingkat Provinsi NTB.
Dari hasil pembahasan, Pansus menyoroti peningkatan signifikan pendapatan daerah tahun 2025 yang mencapai Rp2,881 triliun atau 150,47 persen dari target. Namun, peningkatan tersebut didominasi oleh pendapatan transfer dari pemerintah pusat, bukan dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pansus mengapresiasi capaian tersebut, namun perlu evaluasi mendalam terhadap sumber PAD agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujar Norvie jumat (27/3/26).
Selain itu, Pansus juga mencatat sejumlah sektor yang perlu perhatian, di antaranya pajak daerah yang belum optimal, pengelolaan sampah yang masih konvensional, serta keterbatasan sarana pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, Pansus menyoroti layanan bus sekolah yang belum merata serta masih banyaknya siswa yang bersekolah di luar daerah. Sementara di sektor kesehatan, capaian umur harapan hidup dinilai masih di bawah standar nasional.
Pansus juga menyoroti persoalan sosial seperti meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta penyakit masyarakat yang dinilai meresahkan.
Sejumlah rekomendasi pun disampaikan, di antaranya peningkatan kualitas SDM, penguatan pelayanan kesehatan, pembangunan sistem pengolahan sampah modern, pemerataan infrastruktur, hingga penguatan sektor UMKM dan pariwisata.
“Rekomendasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam perencanaan dan kebijakan pemerintah daerah ke depan,” tutup Norvie.(Rozak)








Tinggalkan Balasan