Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id —
Langkah Kabupaten Sumbawa Barat untuk keluar dari ketergantungan sektor pertambangan kian nyata. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., secara langsung meletakkan batu pertama revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa Barat, Kamis (22/1/2026), sebagai upaya strategis menyiapkan tenaga kerja lokal yang terampil dan berdaya saing.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan kunjungan kerja Menaker RI ke Sumbawa Barat, sekaligus menjadi kunjungan menteri pertama sejak kepemimpinan Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si. dan Wakil Bupati Hj. Hanifah Musyafirin, S.Pt., M.M.Inov.
Prosesi peletakan batu pertama dihadiri Ketua DPRD KSB Kaharuddin Umar, unsur Forkopimda, jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, perwakilan dunia usaha, pemangku kepentingan ketenagakerjaan, serta masyarakat. Momentum ini menandai dimulainya revitalisasi BLK KSB sebagai pusat pelatihan vokasi modern, inklusif, dan berbasis kebutuhan dunia kerja.
Selain groundbreaking, kunjungan Menaker RI juga dirangkai dengan stadium general bertema “Peran Pemerintah Daerah dalam Membangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif dan Berkelanjutan.”
BLK Jadi Kunci Diversifikasi Ekonomi

Dalam sambutannya, Bupati H. Amar Nurmansyah menegaskan bahwa revitalisasi BLK merupakan langkah strategis untuk mendiversifikasi ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan tenaga kerja terampil.
“Sekitar 80 persen PDRB Provinsi NTB bersumber dari Sumbawa Barat, namun pertumbuhannya masih sangat didominasi sektor pertambangan. Karena itu, pembangunan BLK menjadi kunci penguatan sektor non-tambang dan peningkatan kualitas SDM,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan, pembangunan tahap awal BLK akan dibarengi kerja sama strategis dengan United Tractors (UTI), khususnya dalam penyelenggaraan pelatihan yang langsung terhubung dengan kebutuhan industri. Program ini diarahkan untuk mencetak tenaga kerja siap pakai bagi angkatan kerja lokal.
Tak hanya sektor industri, Pemkab Sumbawa Barat juga merancang pembukaan kelas-kelas pelatihan khusus yang mengarah pada peluang kerja lain, termasuk penempatan pekerja migran ke luar negeri. Untuk itu, pemerintah daerah telah menjalin komunikasi dengan sejumlah vendor yang memiliki akses penempatan tenaga kerja sesuai keahlian.
“Kami berharap dukungan penuh Kementerian Ketenagakerjaan, baik penyediaan instruktur, program pelatihan, maupun dukungan pembiayaan. Kami juga mendorong skema pembiayaan pelatihan dan penempatan pekerja migran melalui kerja sama dengan bank daerah,” tambahnya.
BLK Percontohan Nasional dan Inklusif

Sementara itu, Menaker RI Prof. Yassierli menegaskan bahwa BLK Sumbawa Barat akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan vokasi profesional, adaptif terhadap dinamika dan kebutuhan dunia kerja, bahkan diarahkan menjadi BLK percontohan nasional.
“Saya hadir langsung untuk memastikan BLK Sumbawa Barat bisa menjadi model bagi BLK lain di Indonesia. Ini memang tidak mudah, tetapi sangat mungkin terwujud dengan komitmen dan kolaborasi yang kuat,” tegasnya.
Menaker juga menekankan pentingnya prinsip inklusivitas, yakni membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Kita harus memberikan peluang yang setara, baik bagi penyandang disabilitas rungu, disabilitas fisik, maupun mereka yang memiliki keterbatasan mental. Mereka memiliki hak yang sama untuk bekerja dan hidup sejahtera,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Yassierli menilai pengembangan BLK harus selaras dengan kebutuhan industri masa kini, seperti teknologi informasi, digital marketing, hingga artificial intelligence (AI). Ia juga mengapresiasi kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, swasta, dan masyarakat di Sumbawa Barat.
“Pelatihan vokasi adalah solusi strategis untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kolaborasi yang terbangun di Sumbawa Barat ini patut menjadi contoh,” kata alumni Virginia Polytechnic Institute and State University (Amerika Serikat) tersebut.
Menutup rangkaian kegiatan, Menaker RI berharap revitalisasi BLK ini mampu melahirkan SDM unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menjadikan Sumbawa Barat sebagai role model pengembangan ketenagakerjaan di Indonesia Timur.
Kemudian Menaker RI dengan didampingi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Barat serta Forkopimda melanjutkan menanam pohon (Rozak)

Tinggalkan Balasan