Sumbawa.Mediajurnalindonesia.id- Minggu (8/2), kehadiran Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar dalam kegiatan Samota Car Free Day mendapat sambutan positif dari masyarakat. Beragam produk UMKM hasil pembinaan warga binaan, khususnya sayur mayur hijau, ludes terjual dan berhasil menarik minat pengunjung sejak pagi hari.

Kesegaran, kualitas, serta harga yang kompetitif membuat produk pertanian warga binaan diminati masyarakat. Selain sayur mayur, produk kreatif lainnya juga mendapat respons positif, membuktikan bahwa hasil pembinaan kemandirian mampu bersaing di pasar terbuka dan memperoleh kepercayaan publik.

Kepala Lapas Kelas IIA Sumbawa Besar
Purniawal A.Md.IP.,SH.,MH
menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Samota Car Free Day merupakan bagian dari optimalisasi Program Aksi Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi warga binaan melalui strategi pemasaran yang berorientasi pasar.

“Pembinaan yang kami lakukan tidak berhenti pada proses produksi saja, tetapi kami dorong hingga ke tahap pengemasan, branding, dan pemasaran. Kehadiran di Samota Car Free Day menjadi ruang nyata bagi warga binaan untuk belajar membaca pasar dan membangun kepercayaan diri berwirausaha,” ujar Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan lokal serta penguatan ekonomi berbasis pembinaan.

Melalui hilirisasi produk UMKM, warga binaan dibekali keterampilan yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal positif setelah bebas nanti. Ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan untuk membina, memberdayakan, dan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang produktif,” tambahnya.

Partisipasi Lapas Sumbawa Besar dalam Samota Car Free Day menjadi langkah konkret dalam memperluas akses pemasaran produk UMKM warga binaan sekaligus memperkuat citra positif Pemasyarakatan di tengah masyarakat.(Red)