Purbalingga.mediajurnalindonesia.id— Di dunia yang sering kali terobsesi pada jumlah pengikut dan tampilan yang sempurna, Abdul Aziz memegang prinsip yang sederhana namun kuat: kehadiran di media sosial bukan untuk dipuja, melainkan untuk memberi manfaat.
Aziz tidak tergiur oleh tren yang membuat orang lain tampak lebih sukses atau lebih hebat. Ia punya ukuran keberhasilan sendiri: “Berapa banyak orang yang merasa terbantu setelah melihat karya saya?” Itulah pertanyaan yang selalu ia tanyakan pada diri sendiri sebelum menekan tombol unggah.
Menurutnya, popularitas bisa hilang dalam semalam, tapi jejak kebaikan yang ditinggalkan di hati orang akan tetap tinggal. Ia tidak mengejar ribuan komentar pujian, melainkan berharap ada satu dua orang yang setelah melihat kontennya merasa lebih kuat, lebih bersemangat, dan lebih mencintai kehidupan mereka sendiri.
“Pengikut bisa bertambah dan berkurang. Tapi manfaat yang sampai ke hati orang, tidak ada yang bisa mengambilnya.”
— Abdul Aziz, Karangjambu, Purbalingga

Tinggalkan Balasan