Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id -Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai mengenalkan bahaya kebakaran kepada anak-anak sejak usia dini.
Puluhan siswa TK Negeri 8 Taliwang diajak mengenali peralatan pemadam kebakaran sekaligus memahami bahaya bermain korek api.
Sebanyak 48 siswa kelas A dan B TK Negeri 8 Taliwang mengikuti edukasi tersebut melalui kunjungan ke Kantor Damkarmat KSB. Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan dari petugas, tetapi juga diajak melihat langsung berbagai perlengkapan yang digunakan dalam penanganan kebakaran.
Suasana edukasi berlangsung semakin meriah ketika anak-anak TK tersebut berkesempatan berkeliling menggunakan mobil pemadam kebakaran. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan permainan air di depan Kantor Damkarmat KSB.
Saat mobil pemadam kembali ke kantor, anak-anak terlihat antusias bermain air. Petugas Damkarmat menyemprotkan air menggunakan selang pemadam kebakaran dan anak-anak pun berlarian menikmati guyuran air di halaman kantor.
Kegiatan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi para siswa sekaligus membuat edukasi mengenai pemadam kebakaran berlangsung lebih menyenangkan dan mudah dipahami anak-anak.
Kepala Damkarmat KSB Drs H Abdul Razak melalui Kepala Seksi Pencegahan Kebakaran Ahmadi S.AP mengatakan kunjungan sekolah, khususnya anak-anak TK, menjadi salah satu sarana untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keselamatan kebakaran.
Pada kesempatan itu Inspektur Muda Kebakaran Irawan Aris Sandi S.AP berkesempatan memberikan pemaparan terkait kegiatan tersebut.
“Kami sering dikunjungi oleh sekolah-sekolah, terutama anak-anak TK yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat. Tujuannya kami ingin memperkenalkan alat-alat apa saja yang digunakan pada saat terjadi kebakaran,” kata Inspektur Muda Kebakaran Irawan Aris Sandi S.AP. Pada Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, edukasi tidak sebatas memperkenalkan perlengkapan yang digunakan petugas pemadam. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai tindakan pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu yang ditekankan adalah larangan bermain korek api. Anak-anak dinilai perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai risiko api agar tidak mencoba benda-benda yang dapat memicu kebakaran.
“Kami juga jelaskan kepada anak-anak pelajar TK ini agar mereka tidak main korek api. Mereka masih labil sekali, untuk itu kita jelaskan agar mereka tidak sembarangan bermain korek api,” ujarnya.
Selain memberikan edukasi kepada anak-anak, Damkarmat KSB juga rutin memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, mengenai keselamatan penggunaan gas LPG 3 kilogram.
Dalam kegiatan sosialisasi, petugas menggunakan regulator yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan simulasi. Simulasi tersebut dilakukan untuk meluruskan pemahaman masyarakat mengenai risiko ledakan tabung LPG.
Irawan Aris Sandi mengatakan masih ada masyarakat yang menganggap tabung LPG akan langsung meledak ketika terkena api. Padahal, menurutnya, risiko ledakan lebih berkaitan dengan gas yang bocor dan kemudian terakumulasi di dalam ruangan tertutup.
“Kami edukasikan kepada ibu-ibu karena masih banyak sekali yang tidak berani dengan gas, takutnya gas itu meledak. Makanya kami lakukan simulasi untuk memastikan kalau tabung gas itu tidak meledak ketika terjadi penyalaan,” jelasnya.
Dia menyebut, berdasarkan penanganan berbagai kasus kebakaran yang terjadi, tidak ada tabung LPG yang secara langsung menjadi sumber ledakan sebagaimana kekhawatiran sebagian masyarakat.
“Tapi dalam kenyataan yang sebenarnya, dari sekian kasus kebakaran yang terjadi tidak ada satu pun tabung yang meledak,” ujarnya.
Irawan Aris Sandi menerangkan, ledakan dapat terjadi ketika gas yang bocor memenuhi ruangan dan tidak memiliki sirkulasi udara yang baik. Gas tersebut kemudian bertemu dengan sumber pemicu api atau percikan listrik.
“Yang bikin meledak itu kepulan gas dalam satu ruangan. Anggap ruangan ini tertutup di dapur, gas ini bocor keluar terus-menerus, mengepul dan tidak bisa keluar. Ketika mendapat penyalaan, baik itu dari listrik, kompor maupun korek, maka dia akan meledak. Yang meledak itu gas yang di luar,” paparnya.
Karena itu, masyarakat diminta memastikan dapur memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang memadai. Kondisi dapur yang tertutup tanpa ventilasi dinilai dapat meningkatkan risiko ketika terjadi kebocoran gas.
“Kalau ibu-ibu memasak di dapur harus ada ruang terbuka. Jangan dapur tertutup karena tidak dilengkapi dengan ventilasi yang baik, tidak ada sirkulasi yang baik,” tegasnya.
Irawan mengatakan kunjungan sekolah ke kantor Damkarmat cukup rutin dilakukan. Untuk wilayah Taliwang dan sekitarnya, kunjungan dari TK menjadi salah satu yang paling banyak.
Selain menerima kunjungan, Damkarmat KSB juga melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat maupun sekolah berdasarkan permintaan.
“Pertahun paling dominan pelajar TK yang kunjungan ke Damkarmat untuk wilayah Taliwang dan sekitarnya. Hampir rata-rata semua ke sini. Selain TK yang berkunjung, atas permintaan masyarakat sekitar 30, baik yang kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun anak sekolah,” katanya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran dengan membangun pemahaman masyarakat sejak dini. Edukasi kepada anak-anak diharapkan dapat membentuk kebiasaan lebih waspada terhadap sumber api dan potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar.

Inspektur Muda Kebakaran Damkarmat KSB Irawan Aris Sandi menambahkan, tugas bidang pencegahan tidak hanya berkaitan dengan edukasi dan sosialisasi.
Bidangnya juga menangani pengurusan rekomendasi keselamatan kebakaran serta sertifikat keselamatan kebakaran bagi bangunan.
“Masyarakat yang membutuhkan rekomendasi untuk gedungnya terkait keamanan dari kebakaran bisa mengajukan di bidang ini,” kata Irawan.
Di sisi pelayanan, Damkarmat KSB saat ini telah memiliki sejumlah pos pemadam di luar wilayah Taliwang. Pos tersebut berada di Kecamatan Jereweh, Brang Rea dan Seteluk.
“Tahun ini lagi dibangun di Poto Tano dan tahun depan di wilayah Sekongkang,” ujarnya.
Keberadaan pos di sejumlah wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat jangkauan pelayanan Damkarmat, terutama dalam merespons kejadian kebakaran yang terjadi jauh dari pusat pemerintahan di Taliwang.
Kepala TK Negeri 8 Taliwang Nurwahidah S.Pd., AUD mengatakan kunjungan ke Damkarmat KSB merupakan kegiatan perdana bagi sekolahnya. TK Negeri 8 Taliwang yang beralamat di Telaga Bertong tersebut baru berdiri sekitar satu tahun.
“Kegiatan hari ini diikuti oleh 48 siswa dan siswi TK kelas A dan B. Bertujuan untuk mengedukasi anak-anak biar tahu bagaimana menghadapi ketika ada bahaya kebakaran,” kata Nurwahidah.
Menurutnya, edukasi secara langsung memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melihat peralatan, menaiki mobil pemadam, hingga mengikuti praktik bersama petugas Damkarmat.
“Minimal mereka mengetahui dan tadi sudah dipraktikkan langsung sama petugas Damkarmat,” ujarnya.
Nurwahidah mengaku puas dengan kegiatan tersebut. Dia berharap kunjungan edukatif ke Damkarmat dapat dilakukan secara rutin setiap tahun.
“Kami merasa puas dengan kegiatan ini dan ke depannya ingin setiap tahunnya ada kunjungan seperti ini,” pungkasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan