Sumbawa Barat.Mediajurnalindonesia.id – Polres Sumbawa Barat menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (23/9/2026) mulai pukul 09.00 WITA di Lapangan Kantor Bupati Sumbawa Barat, Lingkungan KTC, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang.
Simulasi dihadiri Bupati Sumbawa Barat, Kapolres Sumbawa Barat, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Kajari Sumbawa Barat, Ketua DPRD Sumbawa Barat, para kepala OPD Pemkab Sumbawa Barat, Danki 2 Yon B Pelopor Satbrimob Polda NTB AKP Nurdin, S.AP., MM.Inov., para calon kepala desa se-Kabupaten Sumbawa Barat, serta jajaran personel yang terlibat dalam pengamanan.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan, doa, laporan pimpinan pelaksana oleh Kabag Ops Polres Sumbawa Barat, sambutan Kapolres, kemudian dilanjutkan dengan simulasi dan apel konsolidasi.
Dalam skenario simulasi, diperagakan tahapan pengamanan Pilkades mulai dari proses pemungutan suara dengan metode e-voting, pengumuman hasil suara, hingga munculnya protes dari salah satu calon kepala desa yang kalah.
Situasi kemudian disimulasikan berkembang menjadi aksi massa. Massa yang diprovokasi melakukan pergerakan menuju Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Kantor Bupati Sumbawa Barat.
Aparat kepolisian kemudian melakukan langkah pengamanan secara bertahap, mulai dari pelayanan oleh personel Dalmas awal, negosiasi dengan pimpinan massa, hingga penebalan pasukan Dalmas lanjut ketika situasi semakin tidak kondusif.
Dalam skenario berikutnya, massa melakukan tindakan anarkis dengan melempari petugas dan membakar ban bekas. Situasi kemudian dinyatakan meningkat ke status merah sehingga Kapolres memerintahkan pengerahan personel Pengendalian Huru-Hara (PHH) Brimob sesuai prosedur pengamanan.
Simulasi juga memperagakan penanganan provokator, pemadaman api, pembubaran massa, penggunaan water cannon dan gas air mata, hingga penanganan aksi penjarahan terhadap toko dan fasilitas pemerintah.
Selain itu, diperagakan pula pergerakan Tim Rajawali Brimob untuk melakukan penindakan terhadap pelaku tindak pidana, evakuasi warga atau massa yang menjadi korban, serta patroli gabungan TNI-Polri, Brimob, Satpol PP, Dishub dan Damkar untuk memastikan situasi kembali aman dan kondusif.
Kapolres Sumbawa Barat melalui Kasi Humas IPTU Anak Agung Made Subrata mengatakan, simulasi tersebut merupakan bagian dari kesiapan aparat dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan selama pelaksanaan Pilkades serentak.
“Simulasi Sispamkota ini memberikan gambaran mengenai sistem pengamanan yang akan dilakukan Polri bersama instansi terkait apabila terjadi eskalasi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergitas dan koordinasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah serta unsur terkait dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
“Terjalin sinergitas dan koordinasi yang baik antara Polri dengan pemerintah daerah serta TNI dalam pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Simulasi Sispamkota tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Sumbawa Barat Nomor: Sprin/708/IX/OPS.1.3/2026 tanggal 21 September 2026.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan deklarasi dan penandatanganan Pilkades Damai yang diselenggarakan oleh DPMD Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Seluruh rangkaian simulasi selesai sekitar pukul 10.30 WITA dalam keadaan aman dan lancar.

Tinggalkan Balasan