Lombok Utara, Mediajurnalindonesia.id – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KASTA NTB mengecam keras pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan oleh salah satu dapur MBG di Kabupaten Lombok Utara. Kecaman tersebut disampaikan menyusul temuan makanan yang dinilai tidak layak konsumsi dan tidak sesuai dengan standar nilai gizi yang ditetapkan pemerintah.

Ketua KASTA NTB Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Lombok Utara, Yanto Anggara, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan buah-buahan yang sudah dalam kondisi busuk dalam paket MBG yang dibagikan kepada siswa Mts Al-Baqiyatussholihat NW Santong, Kecamatan Kayangan. Menurut dia, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan tujuan utama program MBG.

“Ini keterlaluan sekali. Kami menemukan buah yang sudah busuk dan tidak layak dikonsumsi oleh anak-anak. Bahkan, ini tidak pantas untuk dikonsumsi oleh siapa pun,” kata Yanto, Selasa (13/1/2026).

Selain kualitas makanan, Yanto juga menyoroti nilai anggaran makanan yang diterima setiap siswa. Ia menyebutkan bahwa jika diakumulasi, harga makanan yang dibagikan diperkirakan hanya berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per porsi, jauh di bawah nilai yang seharusnya.

“Untuk satu siswa, nilainya kurang dari Rp 10.000. Jika kita hitung, kisarannya hanya Rp 8.000 sampai Rp 9.000. Ini sangat jauh dari harga yang seharusnya untuk makanan bergizi,” ujar dia.

Atas temuan tersebut, KASTA NTB mendesak adanya pengawasan ketat terhadap proses pendistribusian MBG, khususnya oleh para guru di sekolah. Yanto juga mengajak para pendidik agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan makanan yang tidak sesuai standar.

“Saya mengajak para guru untuk ikut mengawasi. Jangan takut untuk melaporkan jika menemukan makanan yang tidak layak atau tidak sesuai ketentuan,” kata Yanto.

Ia menegaskan bahwa program Makanan Bergizi Gratis merupakan inisiatif Presiden untuk menunjang pemenuhan gizi generasi muda Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak boleh disalahgunakan.

“Presiden memberikan makanan gratis untuk menunjang gizi generasi. Jangan sampai tujuan mulia ini justru dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Yanto.(AB)