Lombok Utara.Mediajurnalindonesia.id- Pekan Seni Budaya Kabupaten Lombok Utara tahun 2025 resmi ditutup pada Minggu Malam (16/2/2025) setelah hampir sepekan diselenggarakan dengan meriah di Lapangan Tioq, Tata, Tunaq.

Ditemui pada acara penutupan, Ketua Sanggar Seni Sukma Rahayu, Sukma Rani H Dila, mengungkapkan bahwa kegiatan pekan seni budaya mulai dilaksanakan dari tanggal 5 Januari. “Kegiatan pekan seni budaya ini sudah kami mulai dari tanggal 5 Januari sampai dengan tanggal 1 Februari, yaitu dengan kegiatan lomba Gangsing Bulat suku sasak Kabupaten Lombok Utara,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan, pekan seni budaya dengan kegiatan pentas seni budaya di adakan dari hari Senin malam (10 -16 /2/ 2025) bersamaan dengan flestival kuliner. “Pada acara pentas seni budaya, ada diskusi budaya dengan menghadirkan 100 orang pemuda dilakukan pada 11 Februari di aula kantor bupati, kemudian ada workshop membatik di kantor desa Jenggala pada tanggal 13 dan yang terakhir dari tanggal 14 sampai 16 Februari sore, yaitu peresean,” ungkap Dila.

“Malam ini adalah penutupan acara pekan seni budaya Kabupaten Lombok Utara tahun 2025,” imbuhnya.

Menurutnya, hal yang sangat berkesan dari awal sampai dengan akhir kegiatan yang sudah dilakukan. Pertama, perlombaan gangsing bulat yang memang benar-benar menumbuhkan kembali tradisi dan budaya. “Semenjak kami melaksanakan kegiatan lomba itu, sekarang mulai lagi inisiatif dari masyarakat untuk melestarikan,” tuturnya.

Selanjutnya, yang juga berkesan adalah diskusi budaya. Dengan melibatkan kurang lebih 100 pemuda diharapkan dapat memberikan pencerahan pada generasi muda tentang pentingnya bagaimana melestarikan budaya. Kemudian berikutnya, pada workshop membatik, karena ternyata hasil karya teman-teman itu luar biasa. Dengan waktu yang singkat dan tidak mudah tetapi bisa menghasilkan karya batik yang bagus. “Kemarin kita memberikan apresiasi kepada yang menurut kami memiliki hasil yang baik berupa seperangkat alat membatik,” tuturnya.

Selain itu, pada kegiatan peresean, melihat antusias masyarakat yang setiap hari ramai penonton, Ia menilai masyarakat lombok utara memang benar-benar memerlukan wadah untuk bagaimana tetap diselenggarakan. “Ternyata masih banyak peminat peresean ini karena jarang sekali kita lihat,” pungkasnya.

Dila mengaku adanya kendala pada hari pertama terkait cuaca, namun pada hari kedua dan sampai penutupan cuacanya mendukung dan masyarakat yang hadir juga ramai.

Ia juga mengakui, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UKM. Oleh sebab itu, sebagai bentuk apresiasi mereka juga ikut diperlombakan. “Tujuannya bagaimana kita melihat teman-teman ini mau mengembangkan diri dibidang usaha,” jelasnya.

Dila berharap pemerintah terus memberikan wadah kepada komunitas seni untuk bagaimana mengekspresikan diri dan memberi ruang untuk dapat berperan aktif dalam melestarikan budaya yang dimiliki.(Doel)