Lombok Barat, Mediajurnalindonesia.id– Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat menyiapkan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026 sebagai langkah pengamanan selama bulan Ramadan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Operasi ini dilaksanakan secara terpusat dengan melibatkan TNI, kementerian, lembaga terkait serta mitra kamtibmas guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. 13/3/2026

Kasat Lantas Polres Lombok Barat IPTU Anton Prasetya Wijaya, S.Tr.K., S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa operasi ini bertujuan meningkatkan kemampuan serta profesionalisme personel Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Idul Fitri.

“Melalui Latpraops Ketupat Rinjani 2026 kita tingkatkan kemampuan dan profesionalisme Polri dalam rangka pelayanan kepada masyarakat pada perayaan Idul Fitri 1447 H tahun 2026,” ujarnya.

Operasi Kepolisian kewilayahan ini dilaksanakan selama 14 hari, mulai 13 Maret 2026 pukul 00.00 WITA hingga 26 Maret 2026 pukul 24.00 WITA, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif yang didukung kegiatan humas, penegakan hukum serta bantuan operasi.

Fokus Pengamanan dan Potensi Kerawanan

Dalam pelaksanaannya, Polres Lombok Barat memetakan sejumlah potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi selama Ramadan dan Idul Fitri. Beberapa di antaranya meliputi meningkatnya arus mudik dan arus balik, kepadatan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, balap liar, peredaran minuman keras, petasan, hingga potensi tindak kriminalitas.

Selain itu, peningkatan aktivitas masyarakat seperti kegiatan ibadah, buka puasa bersama, belanja kebutuhan lebaran, takbir keliling, hingga rekreasi wisata juga menjadi perhatian dalam operasi ini.

Daerah Rawan Macet dan Kecelakaan

Beberapa ruas jalan di wilayah Lombok Barat yang diprediksi rawan kemacetan dan kecelakaan antara lain:

Jalan TGH Ibrahim Al Khalidi, Kediri
Jalan TGH Saleh Hambali, Bengkel, Labuapi
Jalan Raya Senggigi – Batu Layar
Jalan Yos Sudarso, Lembar

Sementara jalur yang memiliki potensi gangguan keamanan dan ketertiban juga dipantau secara intensif oleh petugas selama operasi berlangsung.

Pos Pengamanan dan Pos Terpadu

Untuk mendukung pengamanan arus mudik dan aktivitas masyarakat, Polres Lombok Barat menyiapkan 2 Pos Pengamanan dan 1 Pos Terpadu, yaitu :

Pos Pengamanan Batulayar
Pos Pengamanan Gerung (GMS)
Pos Terpadu Pelabuhan Lembar

Pos-pos tersebut difokuskan untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas serta kepadatan kendaraan, terutama di jalur wisata dan pelabuhan penyeberangan.

Rekayasa Lalu Lintas Malam Takbiran

Dalam rangka mengantisipasi kemacetan pada malam takbiran, Polres Lombok Barat juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di beberapa titik, khususnya di kawasan Bundaran GMS Gerung. Rekayasa arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional mulai pukul 20.00 hingga 00.00 WITA guna mengurai kepadatan kendaraan.

Pengamanan Lokasi Wisata

Setelah pelaksanaan Salat Idul Fitri, sejumlah lokasi wisata di Lombok Barat juga menjadi fokus pengamanan, di antaranya kawasan wisata Senggigi, Pantai Duduk, Tanjung Bias, Kerandangan, hingga beberapa destinasi wisata di wilayah Sekotong dan Lembar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung serta menjaga keamanan masyarakat yang berlibur.

Harapan Polres Lombok Barat

Melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026, Polres Lombok Barat menargetkan terciptanya situasi kamseltibcar lantas yang aman dan lancar selama arus mudik dan arus balik. Selain itu, operasi ini juga bertujuan menekan angka kriminalitas, pelanggaran lalu lintas, serta kecelakaan yang dapat terjadi selama periode Ramadan dan Idul Fitri.

Dengan pengamanan yang terencana dan sinergi lintas instansi, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan serta merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kondusif. (Ramli Mji)