Sidoarjo, Mediajurnalindonesia.id – Wayang menjadi kebudayaan yang relevan di dalam masyarakat heterogen, nilai-nilai spritualitas wayang pada kenyataannya masih banyak direpresentasikan akan kebaikan melawan keburukan. Peran wayang sangat dibutuhkan sebagai penengah di dalam mendestruktif nilai-nilai dan mengkontruksi ulang dengan nilai-nilai yang telah ditinggalkan. Sebagai media seni, wayang dapat memenuhi kepuasan estetis dan esensi manusia dalam menanggulangi sisi spiritualitas yang makin hari makin berkurang.
Kades Roni Widya Pratama mengatakan kegiatan ruwat Desa ini merupakan rasa syukur kita kepada Allah SWT dan kepada leluhur desa yang membangun (Babad Alas) Desa pertama kali. Ruwat Desa ini merupakan kegiatan yang turun temurun dan sudah diadakan yang kesekian kalinya serta kita tinggal meneruskan apa yang dilakukan oleh pendahulu kita.
“Ruwat desa Jimbaran Kulon diadakan untuk kesekian kalinya. Dilaksanakan turun temurun oleh Kades-Kades sebelumnya,” kata Roni W.
“Ruwat Desa merupakan ucapan syukur kepada Allah SWT dan para seluruh yang membuka desa (babad desa),” tambahnya.
Pak Kades menjelaskan sebagai ucapan syukur kita makanya kita mengadakan ruwah desa atau ruwat desa, syukuran atas perjuangan para pendahulu kita dalam membangun desa dan memberikan nama desa Jimbaran Kulon
Dalam ruwat desa kita mengadakan pagelaran wayang kulit dengan lakon Gatotkaca Ratu sama dengan kehidupan nyata kita agar seorang pemimpin bisa membela rakyat, apapun resikonya sesuai dengan tanggung jawab dan sumpah jabatan kita.(msa)
