Ragam Informasi
Trending

Prof. Jamaludin: Tri Satya Merupakan Konsep Ketuhanan Yang Sejalan dengan Nilai Keislaman

Mataram, Mediajurnalindonesia.id – Menyambut masuknya bulan Syawal 1444 H, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mataram secara khusus menggelar Halal Bihalal di Bencingan Bumi Perkemahan H. Muhammad Ruslan Kota Mataram, Ahad (30/04/2023).

Halal Bihalal tersebut dilaksanakan sebagai upaya mengokohkan persaudaraan antar pengurus Kwarcab dan sebagai momentum untuk saling maaf-memaafkan antar pengurus.

Acara ini di pimpinan langsung oleh Ketua Kwarcab Kota Mataram, H. Didi Sumardi yang dihadiri oleh seluruh pengurus Kwarcab hingga pengurus Kwaran se-kota Mataram. Hadir pula Kepala Biro Kesra Setda Provinsi NTB Drs. H. Sahnan dan Akademisi sekaligus Sejarawan UIN Mataram Prof. H. Jamaludin sebagai Penceramah.

Dalam tauziahnya Prof. H. Jamaludin menyampaikan bagaimana anggota Pramuka bisa kembali ke jati dirinya sebagai Ummat yang beragama. Untuk menjawab hal itu, Guru Besar UIN Mataram ini secara khusus memaparkan makna Tri Satya dalam hubungannya dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Pertama ia menegaskan bahwa baid pertama Tri Satya merupakan konsep Ketakwaan kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan tujuan dalam menjalankan puasa yakni untuk meraih ketakwaan kepada Allah SWT.

BACA JUGA   Indeks Pembangunan Manusia di Sidoarjo Terus Meningkat Capai 81,88 persen

“Tujuan berpuasa adalah ketakwaan kepada Allah SWT maka apapun yang kita kerjakan maka muaranya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini sejalan dengan nilai yang terkandung di dalam Tri Satya Gerakan Pramuka”, jelas Prof. Jamalaudin.

Sehingga makna Halal Bihalal kata beliau adalah kita kembali kepada fitrah kita yang suci yakni pengakuan dan keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan kita.

Kedua adalah menolong sesama hidup yang merupakan baid kedua Tri Satya Pramuka. Beliau menjelaskan bahwa orang akan gagal berfitrah jika dia gagal menjalankan Tri Satya butir ke-2 yakni menolong sesama hidup.

“Tri Satya butir ke-2 ini bagian dari nilai-nilai Silaturrahmi karena pada dasarnya manusia adalah mahluk sosial yang senantiasa membutuhkan manusia yang lain. Bahkan ada dosa yang akan Allah ampuni jika manusia itu saling memaafkan satu sama lain”, ujar Guru Besar UIN Mataram ini.

BACA JUGA   Wabup Lombok Utara Terima Penghargaan ATI Tahun 2022

Diakhir ceramahnya Prof. Jamaludin mengutarakan bahwa terdapat tiga golongan orang yang tertolak pahala puasanya yakni seorang anak yang durhaka pada orang tuanya, seorang Istri yang durhaka kepada suaminya dan orang yang tidak mau memaafkan kesalahan saudaranya.

Dalam Hadist yang lain lanjut Prof. Jamal, terdapat tiga orang yang diberi naungan oleh Allah di hari kiamat nanti yakni orang yang senantiasa membangun silaturrahim, seorang perempuan yang di tinggal mati oleh suaminya namun ia istikomah mengurus anak-anaknya hingga dewasa dan orang yang senantiasa memberi makan saudaranya yang tidak mampu.

Sementara itu H. Didi Sumardi, dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus Kwarcab hingga Ranting atas capaian selama kepengurusannya.

“Selamat kepada adek-adek kita yang telah sukses dan berhasil hingga mengikuti Lomba Tingkat V, kita terus bersinergi dan membangun kebersamaan”, ujar H. Didi di hadapan pengurus yang hadir. (Red)

Artikel Lainnya

Back to top button