Ragam Informasi
Trending

Mencari Keadilan Korban Mafia Tanah Terdakwa SAD alias NN : Keputusan Hakim Kontroversial

Lombok Barat.Mediajurnalindonesia.id
Setelah melalui proses peradilan berbulan-bulan yang cukup melelahkan terdakwa SAD alias NN berharap akan mendapatkan keputusan hakim yang seadil adilnya atas kasus yang menimpanya namun apa yang didapatkannya seperti kata pepatah “sudah jatuh ketimpa tangga ,”

Sebelum sidang di mulai Majlis Hakim sempat mempertanyakan siapa saja yang hadir karena terlihat beberapa awak media sibuk mengambil gambar / photo ,” kalau ada wartawan kumpulkan IDC-nya ,” cetusnya.
Sontak saja dari puluhan awak media yang hadir terburu-buru mengumpulkan semua kartu IDC-nya dan menyerahkannya ke Majlis Hakim , namun dikembalikan lagi ..

Dalam sidang mendengarkan putusan
di Pengadilan Negeri Mataram , Majlis hakim yang diketuai oleh Musleh Harsono menyatakan bahwa terdakwa Sahnun Ayitna Dewi dinyatakan bersalah dengan melanggar pasal 263 tentang Pemalsuan dokumen , atas dasar itu Majlis Hakim mengetuk Palu dengan menghukum terdakwa dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dipotong masa tahanan , lebih ringan dari tuntutan jaksa 2,6 tahun penjara , 15/08/2023.

Mendengar putusan tersebut terdakwa merasa kecewa dibarengi dengan teriakan histeris dari keluarga terdakwa yang hadir ,” Allahu Akbar ! Kita ketemu dipengadilan akherat ,” teriak saudara terdakwa lalu disambut oleh Ibu terdakwa ,” Dimana letak keadilan , anak saya yang membeli tanah dipenjara katanya mau diperiksa ko’ langsung di tahan ,” teriak ibu terdakwa berulang-ulang.

BACA JUGA   Wujud Kepedulian, HMS Bantu Renovasi Musholla Al-Muhtar di Utan Sumbawa

,” Majlis Hakim sebagai perwakilan Tuhan di dunia adalah tempat terakhir dalam mend√†patkan keadilan , ternyata akal- akalan saja , karena pihak pelapor yang namanya SUDIN tidak pernah dihadirkan dalam persidangan ,” ungkap salah seorang keluarga terdakwa dengan nada kesal.

Sidang yang berlangsung satu jam lebih itu selesai pembacaan putusan , sempat terjadi kericuhan dan teriakan-teriakan ke Majlis Hakim dari keluarga terdakwa SAD alias Nunung ya menganggap majlis hakim tidak adil berpihak hanya ke pihak pelapor dan tuntutan JPU saja , tanpa banyak mempertimbangkan pembelaan terdakwa karena SAD alias NN adalah korban dari mafia tanah.

Sementara itu, Kuasa hukum SAD saat ditemui media mengatakan bahwa setelah meneliti dan mendengarkan putusan pertimbangan hukum majelis Hakim seakan-akan mendukung pihak Sudin , menurut PH.Muhtar Muhammad sholeh banyak pembelaan dari terdakwa yang meringankan tidak dipertimbangkan ole Majlis Hakim , diantaranya terdakwa masih berperkara perdata belum berkeputusan Hukum tetap yang mana dalam kaidah hukumnya yang dikeuarkan oleh MA.RI bahwa setiap orang yang sedang dalam berperkara perdata maka tidak boleh dilanjutkan proses pidànya.

BACA JUGA   Juwaedin Minta Kejati NTB, Segera Usut Tuntas Laporan Dugaan Mafia Tanah Batu Layar.

“Sudin ini beberapa kali tidak pernah hadir dipersidangan, bahkan tidak pernah sama sekali” ungkapnya dengan nada kesal.

Ia juga merasa keberatan karena clien nya dianggap tidak benar telah membeli tanah dan memegang serta membangun tempat penginapan yang dianggap palsu, padahal BPN kabupaten Lombok Tengah mengakui bahwa sertifikatnya asli , menurut PH.terdakwa bahwa jika dalam kejahatan Pemalsuan Surat serpikat tanah melibatkan orang lain maka semua harus
diajukan ke meja hijau , bukan cliennya saja.

Atas putusan Majlis Hakim yang menjatuhkan cliennya SAD alias NN dengan hukuman 1,6 tahun penjara , PH.Muhtar Muhammda saleh langsung ajukan banding. ( H.M )

Artikel Terkini

Back to top button