DaerahNasional

Mengokohkan Modal Sosial Nelayan di Era Digital 

Mataram.Mediajurnalindonesia.id-Masyarakat nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi. Nelayan pada umumnya masih mengandalkan cara penangkapan ikan secara tradisional dengan modal kecil, dan teknologi yang digunakan serta keterampilan menangkap dan mengolah hasil laut masih konvensional, sebagaimana pada keluarga nelayan Kuranji Dalang Lombok Barat. Hal tersebut diungkapkan Ir. Syarifuddin, M.Si.,saat memandu praktik inovasi usaha bagi keluarga nelayan pada 29 September 2022 lalu di Kuranji Dalang.

Praktik inovasi usaha tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian Tim Program Studi Sosiologi Universitas Mataram yang diketuai ir. Syarifuddin, M.Si. Bersama dua dosen lainnya (Muhammad Arwan Rosyadi, S.Sos. dan Khalifatul Syuhada, S.Sos., M.Sosio) serta sejumlah mahasiswa dan alumni, dilaksanakan workshop dan pendampingan perempuan keluarga nelayan Kuranji Dalang yang berlangsung dari Juli hingga Oktober 2022. Sasaran kegiatan pengabdian tersebut adalah istri-istri nelayan Kuranji Bangsal, dengan tujuan agar memiliki usaha sampingan untuk membantu ekonomi keluarga.

BACA JUGA   Gubernur NTB,Resmikan Gedung IGD Terpadu & Trauma Center RSUD Provinsi NTB

Kegiatan tersebut berlangsung melalui beberapa tahapan antara lain; tahap persiapan yaitu melakukan observasi terkait kondisi sosial masyarakat supaya dalam pelaksanaan kegiatan bisa tepat sasaran. Tahap Kedua yaitu; memetakan kegiatan yang akan dilaksanakan bersama perempuan di dusun Bangsal desa Kuranji Dalang. Tahap Ketiga; memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui workshop dan mendiskusikan produk unggulan yang diproduksi bersama, serta memperkenal aplikasi (www.ikansegara.com) yang dapat dipergunakan untuk menjual hasil nelayan sekitar. Tahap keempat; Membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa yang dilakukan oleh Istri nelayan Dusun Bangsal, Kuranji Dalang. Tahap Keempat; mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa dalam memproduksi Kerupuk Ikan. Tahap Kelima yaitu mendampingi Kelompok Usaha Bersama (KUB) Homemade Bangsa dalam mengemas produk serta melakukan pemasaran melalui aplikasi (www.ikansegara.com). Tahap akhir; akan dilakukan evaluasi; refleksi pengalaman dan harapan kedepan.

BACA JUGA   Anggota Patroli Sasar Tempat Wisata Pantai Balad Berikan Imbauan Kamtibmas dan Prokes Covid-19

Kegiatan ini menghasilkan; 1. Terjalin hubungan yang erat antar sesama anggota; 2. Meningkatkan keterampilan dalam pengolahan hasil laut; 3. Menambah penghasilan keluarga; 4. Terdapat kemudahan dalam melakukan pemasaran hasil dan olahannya melalui aplikasi (www.ikansegara.com).(Rozak)

Artikel Lainnya

Back to top button